Warga perumahan Vila Nusa Indah, Bojongkulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjadi korban banjir mendesak pemerintah untuk segera menormalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas. Kekhawatiran akan ancaman tenggelam kembali mendorong aksi damai mereka.
Aksi damai bertajuk “Kami Tidak Mau Tenggelam Lagi” digelar Minggu lalu. Warga menyampaikan tuntutannya agar pemerintah mempercepat normalisasi sungai.
Ancaman Banjir Berulang di Perumahan Vila Nusa Indah
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, mengungkapkan kekhawatiran akan banjir susulan. Jika normalisasi sungai tidak segera dilakukan, warga khawatir akan kembali terendam banjir pada tahun 2028.
KP2C mengapresiasi respon cepat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) dalam penanganan darurat pasca banjir Maret 2025 lalu. Namun, kerusakan sungai di hulu dan hilir tetap menjadi ancaman serius.
Puarman menjelaskan bahwa rencana normalisasi yang dijadwalkan pemerintah dinilai terlalu lama. Prosesnya dimulai dari persiapan lahan pada 2025-2026, lelang pada 2027, dan konstruksi baru dimulai pada 2028.
BMKG memprediksi siklus banjir besar yang sebelumnya lima tahunan, kini bisa menjadi tiga tahunan bahkan tahunan. Potensi volume banjir juga diprediksi sama dengan banjir siklus lima tahunan.
Aksi Damai dan Surat Terbuka kepada Pemerintah
Lebih dari 3.000 warga korban banjir mengikuti aksi damai tersebut. Mereka melakukan long march sambil membawa spanduk yang berisi tuntutan percepatan normalisasi sungai.
Koordinator aksi damai, Syamsudin, menjelaskan puncak acara adalah pembacaan surat terbuka. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden, Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Bogor.
Surat terbuka tersebut akan segera disampaikan kepada para pejabat yang dituju. Harapannya, pemerintah akan merespon tuntutan warga dan mempercepat proses normalisasi.
Harapan Warga untuk Masa Depan yang Lebih Aman
Kerusakan lingkungan akibat banjir di Vila Nusa Indah telah berdampak besar bagi kehidupan warga. Percepatan normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Aksi damai ini menjadi bukti nyata keprihatinan dan tuntutan warga akan solusi konkret dari pemerintah. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk melindungi mereka dari ancaman banjir.
Semoga langkah konkrit dari pemerintah dapat segera terwujud dan memberikan rasa aman bagi warga Vila Nusa Indah dari ancaman banjir yang terus mengintai.
Percepatan normalisasi sungai bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi untuk masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Bogor.





