Polisi di Medan, Sumatera Utara, berhasil menangkap kembali Ismail Nasution (58), seorang bandar narkoba yang sempat lolos setelah penyerangan terhadap petugas. Penangkapan ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam memberantas kejahatan narkoba.
Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan Polri tidak akan mentolerir tindakan yang menghalangi penegakan hukum, termasuk penyerangan terhadap petugas.
Selain Ismail, tujuh pelaku penyerangan dan perusakan juga telah ditangkap. Petugas gabungan dari Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan mereka.
Penangkapan Kembali Bandar Narkoba di Medan
Ismail Nasution ditangkap di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Minggu, 13 April 2025. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengkonfirmasi penangkapan tersebut.
Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Ditresnarkoba Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan. Polisi masih memburu pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus ini.
Kronologi Penangkapan dan Penyerangan
Awalnya, polisi melakukan penggerebekan di Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, pada Rabu, 9 April 2025. Penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Saat menangkap lima terduga pengguna narkoba, polisi diserang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Karena jumlah OTK lebih banyak, polisi terpaksa melepaskan dua orang bandar narkoba.
Operasi gabungan Polri dan TNI kemudian digelar untuk menangkap para pelaku penyerangan. Tujuh pelaku berhasil ditangkap dan saat ini masih dalam proses penyidikan.
Tindakan Tegas Polda Sumut terhadap Penyerangan Petugas
Polda Sumut menegaskan tidak akan mentoleransi aksi penyerangan terhadap petugas penegak hukum. Kombes Ferry Walintukan menekankan bahwa tindakan menghalangi petugas merupakan tindak pidana serius.
Kerjasama antara Polda Sumut dan TNI sangat penting dalam memberantas kejahatan. Mereka berkomitmen untuk terus memburu pelaku penyerangan dan pelaku narkoba yang masih buron.
Pentingnya Dukungan Masyarakat
Keberhasilan penangkapan kembali bandar narkoba dan pelaku penyerangan menunjukkan pentingnya kerjasama antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Laporan masyarakat menjadi kunci keberhasilan operasi.
Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi sangat membantu pihak kepolisian. Dengan demikian, penegakan hukum dapat berjalan efektif dan mencegah kejahatan serupa terulang.
Dampak Penyerangan Terhadap Proses Hukum
Penyerangan terhadap petugas mengakibatkan terhambatnya proses hukum terhadap dua bandar narkoba yang sempat lolos. Namun, dengan penangkapan kembali Ismail Nasution, proses hukum dapat dilanjutkan.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Pentingnya menghormati dan mendukung kerja aparat penegak hukum dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Keberhasilan penangkapan kembali Ismail Nasution dan para pelaku penyerangan menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menangani kasus narkoba dan melindungi petugasnya. Kerja sama yang solid antar lembaga penegak hukum dan dukungan masyarakat sangat krusial dalam memberantas kejahatan di Indonesia.





