Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, memasuki era baru dalam sistem pendidikannya. Pemerintah Kota Payakumbuh secara resmi meluncurkan aplikasi Disakola (Digitalisasi Sistem Administrasi Kelola Online Sekolah) untuk mempermudah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih transparan, efisien, dan berkeadilan bagi seluruh siswa.
Aplikasi ini menjadi solusi praktis bagi orang tua dan calon siswa, menghilangkan kerumitan administrasi pendaftaran sekolah. Proses pendaftaran yang sebelumnya memakan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat melalui perangkat digital, kapan saja dan di mana saja.
Revolusi PPDB di Payakumbuh: Mengenal Lebih Dekat Disakola
Disakola dirancang untuk menggantikan sistem PPDB konvensional. Aplikasi ini akan digunakan untuk penerimaan siswa baru tingkat SD dan SMP di Payakumbuh mulai tahun ajaran 2025. Sistem ini menjanjikan proses yang lebih efisien dan transparan.
Pendaftaran melalui Disakola akan dijalankan melalui empat jalur penerimaan. Jalur tersebut meliputi jalur Domisili, Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi, memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh calon siswa. Sistem ini menjamin kesempatan yang setara bagi semua anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau daerah terpencil.
Transformasi Digital di Sekolah: Kandidat Sekolah Rujukan Google
Selain peluncuran Disakola, Pemerintah Kota Payakumbuh juga mengumumkan 25 SD dan SMP sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Program ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital di sektor pendidikan dengan memanfaatkan teknologi Google for Education.
SMPN 4 Payakumbuh telah berhasil meraih sertifikasi resmi dari Google sebagai bagian dari inisiatif ini. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi sekolah lain untuk berinovasi dalam metode pembelajaran dan mengadopsi teknologi digital guna meningkatkan kualitas pendidikan.
Kolaborasi dan Apresiasi: Sebuah Kerja Sama yang Berbuah Manis
Kesuksesan peluncuran Disakola dan program KSRG tidak terlepas dari kolaborasi antar instansi. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerja sama dengan Dinas Kominfo, Dinas Dukcapil, para camat dan lurah, serta kepala sekolah dan operator sekolah.
Kerja sama yang solid ini menghasilkan sistem yang terintegrasi dan efisien. Selain itu, Pemkot Payakumbuh juga menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumbar atas kontribusi aktifnya dalam program pembinaan di Lapas Kelas IIB Tanjung Pati, menunjukan komitmen terhadap pendidikan yang inklusif, meliputi warga binaan sekalipun.
Dukungan Multipihak untuk Suksesnya Disakola
Peran aktif dari berbagai pihak, termasuk Dinas Kominfo dalam penyediaan infrastruktur teknologi, Dinas Dukcapil dalam validasi data kependudukan, dan para camat serta lurah dalam sosialisasi program, sangat krusial. Kepala sekolah dan operator sekolah juga berperan penting dalam memastikan kelancaran operasional aplikasi ini di setiap sekolah.
Kolaborasi yang sinergis ini menjadi kunci suksesnya implementasi Disakola dan program KSRG. Komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Payakumbuh menjadi landasan utama keberhasilan ini.
Dengan adanya Disakola, Pemerintah Kota Payakumbuh telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan akses pendidikan yang lebih mudah, terbuka, dan inklusif bagi seluruh warga. Transformasi digital ini bukan hanya sekadar modernisasi administrasi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi teknologi.





