Amankah Taman Literasi Malam Hari? Suasana & Keamanan Terungkap

Amankah Taman Literasi Malam Hari? Suasana & Keamanan Terungkap
Amankah Taman Literasi Malam Hari? Suasana & Keamanan Terungkap

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M, Jakarta Selatan, tengah menjalani uji coba operasional 24 jam. Suasana taman yang asri dan modern dengan hamparan rumput hijau serta pepohonan yang tertata rapi menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjungnya, terutama di malam hari.

Namun, di balik keindahannya, terdapat beberapa catatan penting terkait keamanan, pengawasan, dan kenyamanan pengunjung. Keterbatasan petugas keamanan menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga keamanan taman selama 24 jam.

Bacaan Lainnya

Melihat Suasana dan Keamanan Taman Literasi di Malam Hari

Saat Liputan6.com mengunjungi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu pada Senin malam (19/5/2025), suasana terasa tenang dan nyaman. Lampu-lampu taman menyala, meskipun belum merata.

Beberapa pengunjung terlihat bersantai, bercengkrama, berfoto, dan menikmati sajian makanan dari tenant yang masih beroperasi hingga pukul 22.30 WIB.

Hanya ada satu petugas keamanan yang berjaga pada malam itu, yaitu Edris. Ia telah bertugas selama sepuluh bulan dan bertanggung jawab atas keamanan seluruh area taman.

Edris melakukan patroli setiap satu hingga dua jam sekali, fokus pada pengamanan tenant, pengawasan fasilitas, dan penegakan aturan. Namun, luasnya area taman dan keterbatasan personel menjadi kendala.

Sistem kerja keamanan dibagi menjadi dua shift. Shift pagi bertugas dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, sedangkan shift malam dari pukul 19.00 hingga 07.00 WIB. Edris menjelaskan bahwa dalam satu shift hanya ada satu petugas.

Pengawasan yang Terbatas dan Pelanggaran Aturan

Edris mengaku kesulitan melakukan pengawasan optimal karena keterbatasan personel. Ia sering menegur pasangan muda-mudi yang melanggar aturan.

Keberadaan CCTV membantu pengawasan, namun tetap membutuhkan kehadiran petugas keamanan di lapangan. Patroli Satpol PP dan petugas Dinas Pertamanan lebih sering terlihat di siang hari, jarang di malam hari.

Meskipun terdapat larangan merokok yang terpampang jelas, masih banyak pengunjung yang tetap merokok di area taman.

Edris menjelaskan bahwa patroli dari pihak lain lebih sering dilakukan pada siang dan sore hari. Pengawasan di malam hari, terutama setelah tengah malam, sangat minim.

Tanggapan Pengunjung Terhadap Operasional 24 Jam

Kebijakan operasional 24 jam Taman Literasi Martha Christina Tiahahu mendapat respons beragam dari pengunjung.

Rizky, pengunjung dari Jakarta Utara, menilai kebijakan tersebut bagus. Husein, warga Depok yang berkunjung bersama keluarga dari Lampung, juga memberikan tanggapan positif.

Namun, Husein menyarankan agar jumlah petugas keamanan ditambah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Ray, pengunjung dari Jakarta Barat, mengaku senang dengan suasana malam yang lebih tenang dan nyaman, cocok untuk dirinya yang introvert.

Ia juga menyoroti minimnya pencahayaan di beberapa area taman. Hafifah, warga Tanah Abang, menyarankan agar jumlah tempat duduk ditambah.

Secara umum, pengunjung yang diwawancarai menyambut baik kebijakan operasional 24 jam. Namun, mereka juga memberikan saran untuk peningkatan keamanan dan fasilitas taman.

Kebijakan operasional 24 jam di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu memberikan akses lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati ruang terbuka hijau. Namun, peningkatan jumlah petugas keamanan dan penambahan fasilitas perlu dipertimbangkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Ke depannya, perlu ada evaluasi menyeluruh atas uji coba ini, termasuk mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung agar taman tetap menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *