AKBP Seminar Sebayang: Hidup Sederhana, Tolak Suap, Inspiratif!

AKBP Seminar Sebayang: Hidup Sederhana, Tolak Suap, Inspiratif!
AKBP Seminar Sebayang: Hidup Sederhana, Tolak Suap, Inspiratif!

AKBP Seminar Sebayang, Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), diusulkan untuk penghargaan Hoegeng Awards 2025. Pengajuan ini didasarkan pada integritas dan kesederhanaan beliau yang luar biasa.

Selama bertugas sebagai Kasat Polisi Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulteng, Seminar dikenal aktif memberantas gratifikasi dan pungutan liar (pungli).

Bacaan Lainnya

Integritas dan Ketegasan yang Humanis

Afri Yanto Noor, seorang pengajar di Pondok Pesantren Nurul Qolbi Al-Wadi, Sukabumi, Jawa Barat, menggambarkan AKBP Seminar sebagai sosok polisi yang humanis dan tegas. Keduanya bertemu saat Seminar mengisi ceramah di masjid Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri, Sukabumi.

Afri menyebut Seminar sebagai pribadi yang peduli, agamis, dan haus ilmu. Ia menilai Seminar sangat layak untuk menerima penghargaan atas integritas dan dedikasinya.

Kesederhanaan AKBP Seminar juga sangat mencolok. Afri terkesan dengan kerendahan hati Seminar yang memilih hidup sederhana meskipun berpangkat AKBP.

Vokal Melawan Korupsi dan Pungli

Afri meyakini integritas Seminar. Beliau berani menegakkan aturan dan melawan pungli dengan lantang.

Hal senada disampaikan Iptu Niluh Erni Wartini, seorang polwan yang pernah bertugas bersama Seminar di Sat PJR Ditlantas Polda Sulteng. Niluh menyebut Seminar sebagai role model yang baik dalam hal disiplin dan integritas.

Seminar menyediakan layanan pengawalan gratis bagi warga yang membutuhkan. Ini bukan hanya slogan, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Di pos PJR, Seminar memasang spanduk dan stiker yang tegas melarang gratifikasi dan pungli. Pos tersebut rawan praktik pungli karena banyaknya kendaraan yang melintas setiap harinya.

Niluh juga menyaksikan Seminar menolak berbagai bingkisan, termasuk bingkisan Lebaran. Sikap ini menunjukkan komitmennya terhadap integritas.

Ipda Taufik Dwi Saputra, Pamin 6 Subbagrenmin Ditreskrimsus Polda Sulteng, yang juga pernah berdinas bersama Seminar, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut Seminar sebagai teladan dalam kepemimpinan.

Program pemberantasan pungli yang dijalankan Seminar berhasil memberikan efek jera kepada anggota PJR dan mengurangi praktik pungli di lapangan.

Kesederhanaan Hidup yang Menginspirasi

Taufik mengungkapkan, saat menjabat Kasat PJR Ditlantas Polda Sulteng, AKBP Seminar tinggal di kamar kos berukuran 40 meter persegi bersama istri dan tiga anaknya. Hal ini mengejutkan Taufik.

AKBP Seminar menjelaskan bahwa kesederhanaannya merupakan konsekuensi dari prinsipnya untuk tidak mengambil hal yang bukan haknya.

Di Setukpa, Seminar sering mengingatkan para siswa agar tidak berlaku zalim dan selalu mengingat dampak perbuatan mereka terhadap orang lain. Ia menekankan pentingnya bersikap adil dan bertanggung jawab.

Seminar menuturkan, bahwa meskipun bertugas di berbagai tempat, ia tetap tidak akan kaya karena prinsipnya yang teguh.

Kisah AKBP Seminar Sebayang menjadi contoh nyata bagaimana integritas dan kesederhanaan dapat menjadi pondasi dalam menjalankan tugas sebagai seorang pemimpin. Dedikasi dan komitmennya dalam memberantas korupsi dan pungli, serta keteladanannya dalam hidup sederhana, sangat menginspirasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *