Aipda Sumitro Tegela, Bhabinkamtibmas Desa Kopandakan Satu, Polres Kotamobagu, Sulawesi Utara, adalah seorang polisi yang berdedikasi tinggi melestarikan budaya lokal. Ia diajukan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025 atas jasanya.
Menghidupkan Kembali Budaya Bolaang Mongondow
Warga Desa Kopandakan Satu, Muslim Tungkagi, memuji inisiatif Aipda Sumitro. Sumitro dinilai sangat peduli dan aktif dalam melestarikan budaya Bolaang Mongondow.
Sumitro membangun replika istana Kerajaan Bolaang Mongondow, Komalig. Bangunan ini dilengkapi museum mini dan sanggar kesenian.
Tujuannya, agar generasi muda tidak melupakan adat istiadat setempat. Kegiatan adat tradisional Bolaang Mongondow kembali hidup berkat Aipda Sumitro.
Masyarakat antusias dengan rumah adat dan museum tersebut. Harapannya, adat istiadat Bolaang Mongondow tetap lestari di kalangan anak muda.
Latar Belakang Pembangungan Replika Istana Komalig
Aipda Sumitro memulai pembangunan replika istana Komalig pada tahun 2019. Sebelumnya, ia mendirikan komunitas adat desa di tahun yang sama.
Ia melihat adanya degradasi budaya di kalangan generasi muda. Banyak anak muda yang tidak mengenal sejarah daerahnya sendiri.
Sumitro mengajukan proposal ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proposal tersebut berisi rencana pembangunan desa adat dan replika istana Kerajaan Bolaang Mongondow.
Replika istana Komalig dibangun secara gotong royong. Kompleks bangunan tersebut juga mencakup museum mini dan sanggar kesenian.
Museum mini menyimpan berbagai data tentang Kerajaan Bolaang Mongondow. Mahasiswa dari berbagai universitas telah menggunakan lokasi ini untuk penelitian.
Rumah adat Komalig juga menjadi destinasi wisata. Pemerintah Daerah sering mengarahkan wisatawan yang ingin mempelajari sejarah Bolaang Mongondow ke lokasi ini.
Pada tahun 2022, Aipda Sumitro menerima penghargaan sebagai tokoh kebudayaan. Penghargaan tersebut diberikan atas jasanya sebagai peneliti dan pemerhati budaya.
Di dalam rumah adat, terdapat berbagai alat musik tradisional. Aipda Sumitro juga memberikan penjelasan singkat tentang etnik Bolaang Mongondow.
Pendekatan Keamanan Melalui Pelestarian Budaya
Aipda Sumitro menekankan pentingnya pemahaman budaya dalam mencegah konflik. Konflik antar suku seringkali berakar pada masalah kebudayaan.
Pemahaman yang baik tentang sejarah, adat, dan budaya dapat meminimalisir konflik. Ia pernah diundang sebagai pemateri di Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara.
Pelestarian budaya sangat penting bagi generasi muda. Generasi muda perlu memahami kekayaan adat dan budaya Indonesia.
Kurangnya edukasi mengenai adat dan budaya menyebabkan degradasi budaya. Aipda Sumitro berharap kegiatannya dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.
Aipda Sumitro Tegela telah membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi kunci dalam menjaga kerukunan dan pemahaman antar masyarakat. Dedikasi dan inovasi beliau dalam menghidupkan kembali budaya Bolaang Mongondow patut diacungi jempol dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.





