Warga Keluhkan Tegangan Listrik Turun Naik, LBH CAKRA akan Perjuangkan hak Rakyat

Ilustrasi

PROBOLINGGO – Sejumlah warga dusun Daris RT 05 RW 02 Desa Prasi Kecamatan. Gading Probolinggo mengeluh karena tegangan PLN tidak stabil.

Kondisi listrik yang tidak stabil tersebut membuat penerangan di rumah mereka redup dan berpotensi merusak peralatan elektronik.

Bacaan Lainnya

Warga yang berinisial (M) mengatakan dalam dua bulan ini diadakan kegiatan olahraga volyball didusun Daris, warga mengalami pasokan listrik yang disediakan PLN mulai tidak stabil, ketidak stabilan Aliran listrik sering mengalami kepadaman, warga menduga adanya pencurian arus listrik, tepatnya di kawasan kegiatan olahraga volyball di malam hari. bebernya.

Sebelum ada Kegiatan Olah raga Bola Volly Normal-normal saja tidak ada naik turun tegangan listrik, terangnya.

Kenapa kami menduga terjadi pencurian arus listrik di kawasan kegiatan Bola Volly, karena setiap kali soundsistem waktu kegiatan olahraga malam itu dibunyi , lampu di rumah kami berkelip mengikuti suara bass soundsistem tersebut dan dengan kejadian ini warga sudah laporan kepada kepala Desa Prasi.

Media News Cakra via telpon seluler menghubungi Kepala Desa Prasi, Adnan mengatakan “ kami sudah mengumpulkan warga yang mengalami Penurunan tegangan listrik dan saran dari petugas PLN untuk membeli Kabel Seharga 3,2 juta Rupiah”, Terangnya. Kamis(29/04/2021)

Dengan Pembelian kabel itu kami (Kepala Desa Prasi) menyumbang 1,6 Juta selebihnya warga iuran, Ucap Adnan.

Sugianto dari LBH CAKRA mengatakan kami mendapat pengaduan dari warga Prasi kecamatan Gading bahwa dengan naik turunnya tegangan Listrik ini membuat tidak nyaman dan Alat elektroniknya cepat rusak.

Memang Banyak masyarakat yang membuat kecurangan dengan berbagai modus, yakni salah satunya perbuatan yang sering dilakukan adalah mencuri listrik dengan menyambung langsung dari tiang dan biasanya sambungan tersebut langsung masuk instalasi listrik pencuri tanpa melewati meteran PLN.bebernya

Jika Naik turun tegangan Listrik diduga karena Kegiatan main bola Volly dimalam hari, maka Kepala Desa harus mengganggarkan dana baik dari ADD maupun DD untuk fasilitas Listrik pada kegiatan Tersebut. Tambahnya.

Lanjut Sugianto dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan Ketentuan yang mengatur mengenai pencurian listrik ini juga diatur secara khusus oleh Negara yang dapat kita lihat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagakerjaan pasal 51 ayat (3) yang mengatakan bahwa : “Setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).”

Harapan kami dari Pihak PLN mengkroscek dilapangan terkait naik turunnya tegangan listrik di desa Prasi tersebut dan memberikan solusi.

Jikalau memang betul dalam kegiatan Bola volly dimalam hari itu mencuri listrik, Siapa yang bertanggung jawab? dan terkait Pembelian kabel apa harus dibebankan ke Pelanggan PLN? Tutur Sugianto dengan Tegas.

Kami besok akan berkoordinasi dengan pihak PLN tentang permasalahan dan keluhan Masyarakat Desa Prasi. Pungkasnya. (Agus dan Irawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan