Tips Mengecek Investasi Bodong

 

YOGYAKARTA – Masyarakat harus lebih waspada terhadap pelbagai tawaran bisnis investasi yang menawarkan profit menggiurkan dalam waktu singkat. Sebab tidak ada bisnis yang mampu menguntungkan berlipat-lipat.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu ditawarkan bagi masyarakat untuk memperhatikan dua hal dalam berinvestasi, yakni soal legal dan logis. “Kata kuncinya itu 2 L. Legal dan logis,” ujar pengamat perbankan, keuangan dan investasi FEB UGM, Eddy Junarsin, MBA., PhD, menanggapi kasus aplikasi Binomo yang menyeret dua influencer, Jumat (18/3/2022).

Ketika akan berinvestasi, kata Eddy, masyarakat harus melihat perusahaan atau aplikasinya legal atau tidak. Lalu logis. “Kita bisa menilai tingkat kewajaran. Jika menawarkan keuntungan hingga 200 persen per bulan misalnya, tentu itu tidak logis,” sebutnya.

Menurut Eddy, tips tersebut bukan hanya berlaku bagi masyarakat yang berniat ingin menjadi investor. Namun juga bagi afiliator maupun influencer yang ingin mempromosikan sebuah bisnis investasi. “Dari sisi investor dan afiliator membiasakan berpikir lebih logis dan diteliti dulu,” ujarnya.

Supaya tidak terjebak pada investasi bodong atau bisnis yang tidak berizin, masyarakat yang mau berinvestasi sebaiknya terbiasa mendalami soal profil perusahaan penyedia aplikasi. “Cari tahu ini apa jualannya, apakah legal atau tidak, lalu pengalaman orang yang sudah investasi seperti apa,” katanya.

Kerugian yang diderita korban Binomo menurut Eddy tidak sepenuhnya menyalahkan aplikasi Binomo sebab aplikasi tersebut dibuat dan juga beroperasi di negara luar yang melegalkan perjudian. Sementara di Indonesia sendiri melarang adanya perjudian.

Bahkan dari sisi pemerintah sendiri selaku regulator masih lemah dalam pengawasan dari OJK, dan Bappebti selaku regulator dan pengawas. “Sosialisasi dan panduan kurang, belum sampai menjangkau masyarakat bawah,” ungkapnya.

Namun begitu menurutnya para korban investasi bodong umumnya memiliki latar belakang yang berbeda. Ada sebagian mengetahui bahwa itu investasi bersifat gambling. Namun ada juga korban yang sekedar ikut-ikutan karena disosialisasi oleh influencer.

“Ada yang tahu. Ada juga yang tidak tahu tapi ikut-ikutan influencer muda dan kaya. Tapi memang ada investor pengen gambling namun jika kalah marah,” paparnya.

Agar tidak terjadi kejadian serupa di kemudian hari, ia berharap pemerintah melalui OJK dan Bappebti menindak tegas aplikasi dan influencer investasi bodong dan tidak berizin yang beredar di dunia maya agar tidak merugikan masyarakat. (bams)

Pos terkait