Semangat Tinggi Pengrajin Gelang Paralon yang Jarang Dijumpai

Sugiono Pengrajin Gelang Paralon

BANYUWANGI – Meski lesu dan nyaris tak berproduksi, lantaran tingkat pembuatannya cukup rumit, dan pemasarannya cukup sulit, perajin gelang berbahan paralon berhiasakan anyaman benang nilon di Banyuwangi, Jawa Timur, masih dapat dijumpai.

Salah satunya, Sugiono (58) warga Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. Bapak lima anak, delapan cucu ini, dari tahun 1990 hingga saat sekarang masih aktif hingga berhasil menembus pasar luar negeri melalui salah satu ‘garmen’ di Pulau Dewata, Bali.

Bacaan Lainnya

Untuk mengerjakan pesanan dari ‘garment’ tersebut dia dibantu Sofiatun (58) istrinya. Sekali mengerjakan pesanan gelang bisa mencapai lima ratus hingga seribu gelang paralon berbagai motif. Setiap sepuluh hari sekali, gelang nilon yang sudah siap jual, kemudian ia kirim ke Bali.

Selain melayani pesanan dari Bali, dia juga mengerjakan pesanan dari warga Banyuwangi. Biasannya, pemesan ingin dibuatkan gelang untuk sovenir pernikahan dan ulang tahun. Motif dan warnanya, bisa dipesan sesuai selera dengan harga yang cukup terjangkau.

“Alhamdulillah sampai saat sekarang saya masih aktif memproduksi gelang yang proses pembuatannya ini cukup rumit. Mungkin, di Banyuwangi perajin yang masih aktif hanya saya,” pungkas Sugiono, sembari menunjukkan hasil produksinya tersebut, Selasa (16/11) . (Budi/Nia)

Pos terkait