Sekdes dan Kadus di Kebumen Diduga Selingkuh, Warga : Mundur Saja!

Warga membentangkan banner agar Sekdes dan Kadus yang diduga selingkuh mundur dari jabatannya (Foto : Alx/Newscakra)

KEBUMEN – Kasus perselingkuhan terjadi di wilayah Desa Joho, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kali ini, Seorang Sekeretaris Desa (Sekdes) berinisial M (45) diduga telah berselingkuh dengan Ir (32) yang menjabat Kepala Dusun (Kadus) di wilayah desanya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sekdes diketahui telah beristri. Sedangkan Kadus merupakan janda kembang yang belum lama bercerai

Bacaan Lainnya

Dari penelusuran NEWCAKRA, dugaan perselingkuhan kedua perangkat desa ini berawal ketika keduanya pulang dari kondangan di suatu tempat pada malam hari. Lalu, sekitar pukul 20.00 WIB, M dan Ir masuk ke dalam rumah orang tua Ir yang saat itu sedang ditinggal pergi orang tuanya.

Seperti diceritakan dua orang saksi yang rumahnya bersebelahan dengan Kadus, sesaat setelah kedua oknum perangkat desa tersebut masuk ke dalam rumah orang tua Ir, semua pintu langsung ditutup rapat. Dan sekitar pukul 22.00 WIB, M diketahui keluar dari rumah tersebut.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut, secara tegas meminta keduanya mundur dari jabatan perangkat desa. Bahkan sebagai bentuk kekesalan warga, sejumlah poster sengaja dibentangkan di sejumlah sudut sudut gang dan kantor desa.

Kepala Desa Joho Subandi Saat ditemui Jum’at (25/11/ 2021) membenarkan kasus dugaan perselingkuhan dua perangkat di desanya itu.

“Kasusnya kini sedang ditangani oleh Inspektorat Kebumen. Pemeriksaan juga telah dilakukan pada selasa lalu 23 November 2021 mulai dari Kecamatan, Bapernasdes dan Inspektorat. Kami juga masih menunggu hasilnya seperti apa,” bebernya.

Kades Joho berharap kepada warga masyarakat jangan sampai terjadi anarkisme yang menimbulkan perpecahan, serta meminta kepada warga untuk menghormati segala keputusan dari Inspektorat nantinya.

Terkuaknya kasus dugaan perselingkuhan kedua perangkat di Desa Joho, ternyata mengejutkan warga maupun perangkat desa lainnya. Bahkan, salah seorang Kaur Perencanaan Pemdes setempat mengaku kaget dengan kejadian tersebut.

Dirinya membeberkan jika Ir belum lama jadi perangkat (Kadus Wetan). “Pindahan dari Palembang lalu mendaftar perangkat desa di sini dan diterima. Sebelumnya saya pernah menjodohkan dengan pria bujangan tetapi ditolak Ir, sampai saya malu sendiri. Eh, malah ini ada kejadian seperti ini dengan Sekdes,” ujarnya.

Sementara itu, baik M maupun Ir ketika dihubungi keduanya dengan kompak menjawab singkat no comment’. (ALX/BY)

Pos terkait