Sejumlah KPM di Bagor Nganjuk Tidak Belanjakan BPNT Sembako

Surat pernyataan KPM akan membelanjakan BPNT untuk membeli sembako (Sari/NEWS CAKRA)

NGANJUK – Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang awalnya berupa sembako, sekarang di berikan uang tunai kepada seluruh KPM ( keluarga penerima manfaat) melalui PT. POS

Berdasarkan investivigasi di wilayah Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, BPNT telah di cairkan pada hari Rabu ( 23/2/2022) di balai desa. Masing-masing KPM menerima sebesar 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) yang di bayar tunai selama 3 bulan per KPM menerima 600.000 ( enam ratus ribu rupiah).

Bacaan Lainnya

Namun dari penelusuran awak media, ditemukan beberapa penyimpangan tentang penggunakan dana tersebut, yang seharusnya untuk membeli sembako namun ada KPM menggunakan dana tersebut untuk berobat dan membayar biaya rekreasi anaknya di sekolah.

Padahal penerima KPM telah menandatangani pernyataan bahwa dana tersebut akan di pergunakan untuk membeli kebutuhan sembako selama 3 bulan.

Ternyata program baru dari Kemensos dengan menggandeng PT. POS agar pencairan secara tunai pun malah membuat KPM menyalah gunakan dana tersebut sesuai surat pernyataan yang di tanda tangani KPM.

Salah satu warga  Kecamatan Bagor inisial M saat di wawancarai mengaku bahwa dana yang cair dia pergunakan untuk membayar biaya rekreasi anak saya yang sekolah di SMP Negeri 4 Nganjuk.

Hal ini juga terjadi dengan laki-laki berinisial S saat di konfirmasi dirinya mengaku selain untuk membeli kebutuhan sembako uang tersebut ia pergunakan untuk berobat ( kontrol).

“Saya pergunakan untuk berobat dan kontrol ke dokter karena sakit lambung,” ungkap S.

Sampai berita ini di luncurkan pihak PT POS belum ada yang melakukan kontrol, sehingga KPM yang nakal memanfaatkan celah mempergunakan dana tersebut untuk kepentingan yang lain tidak membeli sembako.

Visit Home atau door to door pun di laksanakan oleh pihak PT POS. (Sari)

Pos terkait