Pungli Disinyalir Terjadi di SMAKER Kertosono

Ilustrasi

NGANJUK – Biaya masuk sekolah yang mahal harus di tanggung wali murid untuk mendapatkan putra-putrinya masuk sekolah tahap belajar di SMA. Hal tersebut sangat di rasakan oleh wali murid di Kabupaten Nganjuk, contohnya seperti SMAKER (SMA Kertosono).

Bagi siswa yang masuk kelas 10, orang tua wajib membayar uang seragam untuk putra sebesar Rp 1.400.000. Sedangkan untuk putri Rp 1.500.000. Selain membayar uang seragam wali murid juga harus membayar sumbangan sebesar kurang lebih Rp 2.700.000 untuk pembelian proyektor.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi oleh tim media wali murid menyampaikan, saat diundang ke sekolah untuk rapat membahas terkait pembayaran, menurut wali murid yang namanya tidak mau sebutkan mengatakan, bahwa untuk pembayaran uang seragam dapat diangsur selama 3 bulan, sedangkan uang sumbangan dapat diangsur selama 3 tahun.

Ibnu selaku Kepala Sekolah SMAKER saat di konfirmasi melalui ponsel mengatakan, jika terkait biaya, yang mengikuti rapat Komite nya saya tidak ikut rapat dan itupun sudah sesuai dengan Permendikbud No. 75 Tahun 2016.Dan misal jika ada orang tua murid yang keberatan saya persilahkan datang ke sekolah nanti dapat dibantu untuk meringankan biaya tersebut, tuturnya.

Sementara Asob selaku ketua MKKS, belum dapat ditemui untuk di konfirmasi terkait dana sumbangan karena tidak dapat di hubungi. (Iik)

Pos terkait