PTSL Terhambat, Warga Ngepung Datangi Kejari Nganjuk

 

NGANJUK – Ratuaan warga Ngepung yang tergabung dalam masyarakat desa Ngepung “Cinta Damai” mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk guna untuk menyampaikan aspirasinya terkait program PTSL pada hari Kamis (15/09/2022).

Bacaan Lainnya

Warga Ngepung menyampaikan pendapatnya dengan berbagai tuntutan  yaitu menolak segala bentuk tuntutan dari Forum Peduli Masyarakat Ngepung (FPMN)di BPN dan Kejaksaan Nganjuk, mereka juga memohon kepada pihak BPN agar menolak intervensi dari FPMN dan meminta pihak Polres dan Kejaksaan mengusut dugaan pungutan yang dilakukan oleh pihak FPMN dengan alasan biaya PTSL Desa Ngepung, Masyarakat mendukung penuh Panitia PTSL Desa Ngepung, semua peserta PTSL Desa Ngepung semua tidak ada masalah.

Pemohon PTSL Desa Ngepung  Nuryatim  mengatakan bahwa Kejari tetap profesional menangani kasus ini, dan hal semacam ini yang pasti tanpa ada kepentingan yang jelas dan didasari bukti yang jelas juga,mereka Kejari tidak akan menanggapi atau melanjutkan tuntutan tersebut,jelasnya.

“Kami Ketua PTSL dan Pokmas sudah sepakat dengan biaya Rp 450.000 (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan kami tetap meminta ketentuan Pokmas di Desa Ngepung,agar tetap jadi semua,dan kami sebagai peserta tidak merasa di pungli sama Pokmas Desa Ngepung,karena kami sudah ada kesepakatan Pokmas dan Ketua PTSL,” tuturnya..

Ismardani selaku ketua PTSL Desa Ngepung mengatakan,bahwa kita sebagai panitia sudah diundang oleh Kejaksaan untuk di klarifikasi.

“Semua panitia diundang,dan kita sudah memberikan bukti-bukti serta Alhamdulillah diper hari ini kita bisa membuktikan bahwa kami panitia tidak melakukan pungli,”.jelas Ismardani. (Tim/iik)

Pos terkait