PTSL Desa Ngudikan Nganjuk Dibebani Biaya Rp 500 Ribu

 

NGANJUK – Beredarnya berita online yang viral di medsos terkait program PTSL di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk Sabtu (19/3/2022) kemarin, direspon sejumlah pihak

Bacaan Lainnya

Sukijan selaku ketua panitia pelaksanaan menjelaskan secara detail melalui telepon seluler dirinya mengatakan bahwa, kuota yang di dapat sebanyak 1073. Sedangkan biaya kepengurusan perbidang dibedakan antara yang tidak mampu dan mampu.

“Untuk yang tidak mampu kami gratiskan (0 persen), sedangkan untuk masyarakat yang mampu sampai saat ini masih ada yang membayar Rp 100.000, ada yang membayar Rp 300.000, sedangkan plafonnya sendiri Rp 500.000,- akan di lunasi ketika sertifikat jadi,” jelasnya

” Jika dalam perjalan pengajuan sertikat program PTSL ke BPN nanti ada kekurangan biaya maka yang masih membayar DP di minta untuk segera melunasi kekurangan biaya tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan berdasarkan Intruksi Presiden ( Inpres ) No. 2 Tahun 2018 dan di dukung keputusan 3 Mentri, Mentri Dalam Negeri, Mentri ATR/KBPN, dan Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, bahwa program PTSL ini di rencanakan akan berlangsung hingga tahun 2025.

Jika mengacu pada keputusan tersebut biaya perbidang tidak boleh lebih dari Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) dalam rincian biaya tersebut sudah termasuk untuk biaya pengadaan 3 Patok, 1 Materai dan biaya operasional ( pengadaan, angkuta , pemasangan patok dan transportasi ).

Apabila ada kekurangan patok di sebabkan luas tanah yang membutuhkan lebih dari 3 patok atau kekurangan matrai lebih dari 1 maka untuk penambahannya akan di tanggung pemohon berupa barang yang di butuhkan bukan Uang.

Namun dalam prakteknya hampir di semua Desa yang mendapatkan program PTSL dari BPN melalui SK BPN yang di Turun tertanggal (6/1/2022) dalam mengatasi kekurangan biaya pendaftaran, di sepakati melalui sosialisasi berdasarkan mufakat bersama yang tertuang dalam perbub No. 25/2019. (Seno)

Pos terkait