Petani di Temanggung Terapkan Sistem Tumpang Gilir, Ini Alasannya

Sistem tumpang gilir di Kledung, Temanggung (Trus/NEWSCAKRA)

TEMANGGUNG – Para petani di lereng Gunung Sindoro, wilayah Desa/Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung menerapkan sistem tumpang gilir di lahan dalam bertani.

Sistem tumpang gilir sebagai sebuah kearifan lokal dan menjadi tradisi dalam bertani di lahan, terbukti mampu mengoptimalkan lahan, menghemat biaya dan meningkatkan pendapatan.

Bacaan Lainnya

Seorang petani, Sofian (35) mengatakan, tumpang gilir menjadi tradisi dalam bertani di lereng Gunung Sindoro. Cara ini diajarkan dari orang tua pada anaknya. Kini sistem ini menjadi jamak di Temanggung, terutama petani di lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Prahu.

Dia menerangkan, sistem tumpang gilir yakni petani mengolah lahan satu kali dan pemberian pupuk organik untuk penanaman satu komoditas yang disusul komoditas lain tanpa pengolahan lahan kembali.

Petani lainnya, Agus (37) warga Kledung juga menerapkan sistem tumpang gilir di lahan pertaniannya. “Sistim ini sudah turun temurun disini mas, karena kami menganggap tumpang gilir lebih efisien dalam mengolah lahan hanya sekali bisa ditanami komoditas bervariasi,” katanya saat dihubungi NEWSCAKRA, Senin (18/4) petang. (trs)

Pos terkait