Kadus dan Sekdes Selingkuh, Warga Kepung Balai Desa Joho

 

KEBUMEN – Ratusan warga Desa Joho, Kecamatan Adimulyo, Kebumen mendatangi balai desa setempat. Kedatangan mereka menuntut Sekdes dan Kadus untuk segera mundur dari jabatannya karena dugaan perselingkuhan. Aksi ratusan warga dikawal ketat oleh jajaran Polri dan TNI, Kamis (20/1 2022.) kemarin.

Bacaan Lainnya

Selain mengepung balai desa, warga yang menggelar aksi itu juga memasang puluhan spanduk bernada  protes dan kecaman disekeliling balai desa. Diantaranya spanduk bertuliskan Kamu Pertahankan dengan Dalih Proses, Warga Beraksi Karena Kamu Sudah Tidak Layak, 90 Persen Warga Menolak.

Informasi yang dihimpun, kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua aparatur desa, yakni Sekdes berinisial M dan Kadus berinisial ID itu mulai diresahkan warga setempat sejak bulan November 2021 lalu.

Camat Adimulyo Budiono mengatakan, masyarakat desa setempat menghendaki kedua perangkat yang diduga terlibat perselingkuhan tersebut untuk mundur dari jabatannya. Sementara ini pihak Inspektorat Kebumen telah melakukan pemeriksaan khusus dan mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1, namun keresahan dimasyarakat belum juga reda sehingga Kepala Desa Joho megeluarkan SP 2.

‘’Inti dari SP 2 ini adalah agar warga bisa normal kembali kehidupanya dan dapat tentram lagi,’’ katanya

Sementara itu, Kepala Desa Joho Subandi menyampaikan, jika dengan dikeluarkannya SP 2 tersebut keresahan masyarakat tidak kunjung mereda maka akan dikeluarkan SP 3. Pasalnya hinggi kini 90 persen warganya tidak mau menerima kedua perangkat tersebut mejabat sebagai Sekdes maupun Kadus. Menurutnya langkah SP 3 itu akan diambil tidak lain sebagai bentuk menjaga harkat dan martabat desanya.

‘’ Kalau ini memang tidak bagus dan salah dan meresahkan masyarakat maka ini adalah salah satu bukti untuk mengembalikan harkat dan martabat Desa Joho. Makanya masyarakat tidak menerima karena seolah-olah harkat dan martabat Desa Joho sudah diinjak-injak,’’ tandasnya.

Sejumlah  warga menegaskan, masyarakat tetap akan menuntut Sekdes dan Kadusnya untuk mundur dari jabatannya. Ia menceritakan aksi masa ini merupakan yang kelima kalinya

‘’Masyarakat akan menggelar aksi yang lebih besar untuk mendukung turunnya SP 3. Masyarakat akan terus menggelar aksi sampai kedua perangkat tersebut mundur dari jabatannya. Itu harga mati dari warga Joho, tandas warga, Sabtu (22/1)

Pos terkait