Pendidikan Jalan di Tempat Ketika Zaman Bergerak Maju

SEMARANG – Pendidikan merupakan suatu usaha utama manusia yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan untuk diri sendiri maupun khalayak umum. Banyak orang pasti menganggap bahwa pendidikan ialah suatu salah satu kebutuhan dasar manusia dan kunci utama dalam memajukan bangsa. Isinya yang tak terbatas membuat ilmu harus diraih dengan pendidikan yang kian meninggi, tak memandang waktu dan tempat serta umur dari pelaksana pendidikan ini.

Luasnya bidang pendidikan membuat banyak orang enggan pula dalam mencari cara untuk mendapatkan kesempatan. Letak wilayah yang luas di Indonesia pun menjadi salah satu penyebab mengapa pendidikan tidak merata. Hal ini menyebabkan terjadinya suatu gradasi yang sangat tinggi antara suatu wilayah akreditasi A dengan wilayah lainnya yang berkasta bawah. Akibatnya juga akan membawa pemikiran diskriminatif oleh beberapa oknum karena menganggap ketidakadilan yang diberikan oleh Pemerintah.

Bacaan Lainnya

Kepercayaan masyarakat terhadap pencetus kebijakan pendidikan pun seolah-olah luntur karena segelintir oknum tikus rakyat. Anggaran yang seharusnya bisa membawa cendikiawan penuntut ilmu ke pendidikan yang lebih tinggi ke negri kincir angin pun seketika sirna dan membuat pola pendidikan di Indonesia tertahan dari perkembangan. Belum lagi ketidakmerataan pendidikan di Indonesia akan membuat banyak anggapan buruk masyarakat dari segi apapun.

Berdasarkan data, perkembangan pendidikan di Indonesia masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Menurut Education For All Global Monitoring Report 2011 yang dikeluarkan UNESCO setiap tahun dan berisi hasil pemantauan Pendidikan dunia, dari 127 negara, Education Development Index (EDI) Indonesia berada pada posisi ke-69. Indonesia kalah dibangingkan negara tetangga yaitu Malaysua (65) dan Brunei Darussalam (34).

Salah satu kasus ketika melihat tanggapan “santai” dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terhadap kasus korupsi di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah I pada Mei tahun 2021. Maksud dari kata “santai” ini bukanlah bermakna bahwa pemerintah mengabaikan kasus korupsi biaya Pendidikan, namun sebaliknya bahwa yang dianggap oleh Wagub DKI Jakarta ialah beliau tak segan dalam menangangi kasus tersebut tanpa harus berpikir Panjang dalam pemberian hukuman.

Pemerintah harusnya lebih menganggap serius terkait pentingnya Pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Dengan meningkatkan kualitas masyarakat dalam bidang Pendidikan diharap akan berpengaruh ke kualitas negara Indonesia yang lebih maju dan terpenting ialah tidak mudah dibodohi oleh negara asing. Kesejahteraan masyarakat memanglah berdasar atas ekonomi, namun alangkah lebih baik apabila ekonomi tersebut dapat berdampingan dengan Pendidikan  yang berkualitas untuk membawa maju negara Indonesia.

penulis :
BRIGTAR SONY APRIANDI MA’SUM SUKMANA
NO. AKADEMI 18.144

Pos terkait