Pencuri HP di Purworejo Diringkus Polisi

Terduga pelaku diinterogasi penyidik (Foto : Alex/NEWSCAKRA)

PURWOREJO – Unit Reskrim Polsek Kutoarjo Polres Purworejo berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian HP yang terjadi di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo

Peristiwa pencurian terjadi pada Sabtu (13/11/2021) dinihari pukul 04.00 WIB di rumah korban Slamet, warga Desa Tursino RT 03 RW 06. Hal ini diketahui setelah sang pemilik hendak menggunakan handphone miliknya, namun sudah raib.

Bacaan Lainnya

Kemudian Slamet menanyakan kepada semua orang yang ada di rumah dan di jawab tidak tahu.

Namun, betapa kagetnya korban saat nelihat jendela rumah yang sudah terbuka.  Slamet pun punya keyakinan bahwa handphone miliknya hilang di curi orang, dan selanjutnya ia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kutoarjo.

Mendapat laporan adanya dugaan tindak pidana pencurian anggota Reskrim Polsek Kutoarjo yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Aiptu Tri Yuniarto meluncur guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi saksi.

Dari keterangan saksi-saksi diperoleh gambaran dugaan pelaku pencurinya dan tidak lama kemudian terduga pelaku bisa di tangkap dan diamankan ke Polsek Kutoarjo guna di lakukan pemeriksaan

Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku berinisial TUK (19)  warga Desa Tursino.  Di hadapan petugas, TUK mengaku masuk kerumah korban dengan cara melompat dari jendela dan langsung mengambil handphone dan sejumlah uang yang ada di rumah korban.

Atas kejadian pencurian tersebut, korban kehilangan 2 unit HP merek SPC dan ASUS serta uang Rp 500 ribu dengan total kerugian sebesar Rp  3 juta rupiah.

Kapolres Purworejo melalui Kapolsek Kutoarjo AKP Markotib, SH saat dihubungi NEWSCAKRA menjelaskan bahwa, dari data kepolisian, pelaku (TUK, red) pernah terlibat tindak kejahatan curanmor pada tahun 2017 silam dan sejumlah kejahatan pencurian lainnya.

Kini Polisi masih melakukan pengembangan kasus yang kemungkinan di lakukan oleh pelaku di daerah lain.

“Pelaku akan di jerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” terang AKP Markotib. (Alx)

Pos terkait