Pelaku Penimbunan BBM di Dua Wilayah Ditangkap Polres Nganjuk

 

NGANJUK – Polres Nganjuk berhasil mengungkap kasus penimbunan BBM jenis pertalite.Dalam Doorstop yang di laksanakan pada hari Rabu (31/08/2022) AKBP Boy Jeckson S.H.,S.I.K.,M.H. selaku Kapolres Nganjuk menjelaskan pengungkapan yang berujung diamankannya dua tersangka ini merupakan tindakan lanjutan dari pembentukan Satgas BBM dan Elpiji Bersubsidi kabupaten Nganjuk sehari sebelumnya.

Bacaan Lainnya

AKBP Boy Jeckson Situmorang, S.H.,S.I.K.,M.H menjelaskan pengungkapan kasus BBM ini merupakan hasil dari gerak cepat Satgas khusus BBM dan Elpiji bersubsidi yang baru di bentuk kemarin bersama sejumlah stakeholder di Kabupaten Nganjuk.Dan ini sebagai bukti keseriusan jajaran Polres Nganjuk untuk mengantisipasi pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi dengan menimbun BBM dan menimbulkan kesulitan bagi orang banyak .

Pengungkapan kasus ini Polres Nganjuk berhasil menangkap dua pelaku terduga menyalahgunakan BBM subsidi di dua kecamatan, tersangka tersebut yaitu BA yang berasal dari Kecamatan Tanjunganom dan AW berasal dari kecamatan Sawahan.

Menurut keterangan Kapolres kasus ini berasal dari laporan masyarakat yang mencurigai BA menggunakan mobil modifikasi untuk membeli BBM jenis pertalite.Setelah menerima laporan tersebut, akhirnya petugas berhasil menangkap tersangka BA di rumahnya di Kecamatan Tanjunganom bersama barang bukti sebanyak 600 liter BBM jenis pertalite yang di simpan ke sejumlah drum jerigen dan botol air minum.

Tidak menunggu lama , petugas kembali pendapatan informasi mengenai dugaan penimbunan BBM bersubsidi dengan jenis yang sama yaitu pertalite di sebuah ruko di Desa Putuk Kecamatan Sawahan.

Saat di geledah petugas mengamankan sekitar 1.354 liter BBM bersubsidi di kediaman orang tua AW.

Berdasarkan barang bukti yang di amankan ratusan liter BBM bersubsidi ini di oplos menjadi Pertamax dan Pertamax Turbo.
Untuk mengubah pertlite menjadi Pertamax dan Pertamax Turbo pelaku mencampur BBM jenis pertalite dengan perwarna BBM.
Selain mengamankan barang bukti petugas juga mengamankan empat unit mobil yang di gunakan ke dua terduga untuk menjalankan aksinya.

“Menurut pengakuan pelaku,mereka telah menjalankan aksinya sejak lima bulan yang lalu.Modus yang dilakukan untuk mencari keuntungan yang lebih besar,” tambah AKBP Boy Jeckson S.

Kedua terduga pelaku terancam dijerat dalam pasal 54 Jo pasal 28 Ayat (1)UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyakndaj gas dan pasal 55 UU Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta karya.Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 60 milyar.

Kapolres Nganjuk dan Satgas BBM dan LpG bersubsidi akan terus memonitor langsung terkait kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dan akan memperkuat pengawasan penayaluran BBM bersubsidi,jelas Kapolres Nganjuk.

Kapolres Nganjuk juga mengajak seluruh masyarakat khususnya kabupaten Nganjuk untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan masing-masing.Jika mengetahui dugaan tindakan pidana dilingkungannya,untuk dapat melaporkan melalui program yang sudah di canangkan Kapolres yaitu” Wayah e Lapor Kapolres”. Dengan adanya program ini harapan kami dapat membangun kepercayaan masyarakat kepada Polisi (Iik)

Pos terkait