Nekad Aborsi, Dua Wanita Muda Dibekuk

Dua pelaku aborsi diamankan Polres Bantul

BANTUL – Polres Bantul Polda DIY berhasil mengungkap kasus penemuan orak di Serambi Masjid Nurudhdholam Brajan RT 03 Tamantirto, Kasihan, Bantul pada Sabtu (22/2/2022) malam sekitar pukul 20.00 WIB dan kuburan misterius di pemakaman umum Canden, Jetis, Jumat (11/2/2022) pukul 09.00 WIB.

Petugas mengamankan dua wanita yang diduga sebagai pelakunya. Masing – masing AU (21) warga Murung Raya, Kalimantan Tengah dan ASV (18) warga Sriharjo Imogiri, Bantul.

Bacaan Lainnya

Kapolres Bantul AKP Ihsan mengatakan AU yang diduga sebagai pelaku sekaligus ibu kandung dari orok bayi berjenis kelamin perempuan berusia lima bulan yang ditemukan di Kasihan diamankan berselang tiga jam usai penemuan orok tersebut.

AU merupakan mahasiswi aktif perguruan tinggi di Yogyakarta, Tinggal di indekos Tamantirto, Kasihan. Bantul. Pengakuannya orok ini merupakan hasil hubungan gelap bersama kekasihnya yang sama-sama merupakan warga Kalimantan.

“AU menggugurkan kandungan dengan cara meminum obat aborsi yang dibeli dari toko online. Motifnya, karena merasa malu takut sama orang tua serta masih ingin menjalani studi sebagai mahasiswa,” kata Ihsan..

Sedangkan AVS yang merupakan orang tua dari orok bayi yang dikubur di pemakam Canden, diamankan setelah menziarah makam itu, Minggu (13/2/2022) pukul 14.00 WIB.

Orok bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan pacarnya. Namun karena takut sama orang tua, akhirnya melakukan tindakan itu. Menggugurkan kandungan dengan cara mengosumsi obat pil aborsi yang dibeli seharga Rp 189 ribu, dari toko online.

Mereka bedua dijerat pasal 194 UU RI No 36/2009, pasal 77 UU RI No 35/2014 tentang perubahan UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak atau KUHP pasal 346 dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun.

 

 

 

 

Pos terkait