Menyisir Prostitusi Online di Kota Tembakau

 

TEMANGGUNG – Di bulan suci Ramadhan ini, bisnis prostitusi online ternyata tetap bergeliat. Salah satunya di Kota Tembakau Temanggung, Jateng. Sejumlah wanita pramunikmat memanfaatkan jejaring media sosial untuk menjaring para tamunya

Bacaan Lainnya

Ketika NEWSCAKRA mencoba menghubungi salah satu pramunikmat di Temanggung yang menawarkan “bisnisnya” melalui medsos Facebook lengkap dengan nomor WA yang disebutkan, tanpa menunggu lama sebuah pesan chat membalasnya

“Open BO tarif berapa, ya,”? Tidak ada 5 menit balasan chat WA berbunyi : ” 350 1x c/include, 500 1 jam bebas c, full servis, umur 26, bebas kontrasepsi, buka jam 10 sampai 5 sore,” demikian balasan pesan pramunikmat yang stay di salah satu hotel kawasan Kedu-Maron, Temanggung

Pramunikmat lainnya, sebut saja Ayu (24) yang mengaku dari Wonosobo lebih memilih menggunakan aplikasi MiChat. Dahulunya, dia bekerja sebagai seorang terapis di salah satu SPA di Kota Semarang, lalu memilih bisnis Open BO dan memilih Kota Tembakau saat ini

Dia beralasan saat bekerja di layanan pijat plus plus tersebut tidak terlalu menguntungkan banyak baginya. Lebih banyak justru masuk ke pengusaha SPA, sehingga kini dia berhenti bekerja di SPA dan beralih menjajakan layanan prostitusi online

“Sudah berhenti (kerja di SPA) sejak Corona (pandemi COVID-19). Sekarang lebih enjoy Open BO,” ujarnya Senin (18/4) petang

Ya, pandemi menjadi suatu alasan banyak pramunikmat membuka praktik Open BO. Selain, kerja kapan saja sesuai keinginan, keuntungan yang didapat lebih besar. Mereka dapat langsung menerima dari pelanggan tanpa harus menyetor ke kasir SPA.

Para pramunikmat ini lebih memilih mencari pelanggan dengan lokasi prostitusi adalah hotel. Rata-rata hotel melati menjadi lokasi kopi darat dengan pelanggan setelah mencocokan harga.

“Lokasi paling praktis adalah dengan sistem bayar di sebuah hotel. Selain itu di sini bebas, enggak ada razia,” ujarnya

Sementara itu seorang pengelola hotel di Temanggung yang enggan ditulis namanya, mengatakan banyak sekali wanita pramunikmat yang menjalankan praktek Open BO di hotel-hotel.

“Saya rasa bukan di hotel kami saja yang dijadikan bisnis tersebut, namun di hotel lainnya juga banyak,” katanya sambil menyebut nama-nama sejumlah hotel yang kerap dijadikan tempat transaksi esek-esek

“Nanti akan kami tegur ceweknya karena menyertakan nama hotel kami,” katanya.

Pos terkait