Menguak Telaga Rowo Bayu Banyuwangi yang Penuh Kisah Mistis

Foto: Telaga Rowo Bayu Banyuwangi

BANYUWANGI Rowo Bayu merupakan telaga yang terletak di antara hutan yang lebat. Di tempat inilah petilasan Prabu Tawang Alun bertapa. Selain itu di Rowo Bayu juga ada batu berbentuk Garuda, dan terdapat banyak pura dan tiga sendang.

Yang pertama Sumber Kamulyan, Kedua Sumber Dewi Gangga,ke tiga Sumber panguripan, yang sering menjadi tempat kejadian janggal. Banyaknya kejadian janggal yang terjadi di Rowo Bayu tentu tidak lepas dari asal-usul tempat ini yang merupakan medan pertempuran VOC dan rakyat Blambangan, yang berakhir dengan menewaskan kedua pimpinan dan ratusan prajurit. Peperangan berserjarah ini kemudian disebut Perang Puputan Bayu, yang artinya perang terakhir. Sejarah kelam Rowo Bayu inilah yang membuat aura mistis menyelimuti di seluruh wilayah.

Bacaan Lainnya

Pada jaman dahulu masyarakat Cemoro Sampek Bayu sering mengadakan ritual untuk mengenang peristiwa pertempuran  Puputan Bayu. Ritual dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing.

Kambing yang disembelih akan dipisahkan kaki dan kepalanya. Kemudian kepala dan kaki kambing akan diceburkan ke dalam telaga Rowo Bayu sebagai persembahan, yang dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa untuk mengantar roh prajurit dan pimpinan perang yang gugur.

Tak ada yang tau, mengapa masyarakat kala itu mempersembahkan kepala dan kaki kambing ke dalam telaga Rowo Bayu. Namun, suatu ketika kala masyarakat tidak lagi melaksanakan persembahan ada seorang yang tewas tercebur ke dalam telaga hingga terdengar desas-desus akan Nyai penjaga telaga Rowo Bayu.

Aura Mistis Menyelimuti Telaga Rowo Bayu Banyuwangi

Telaga Rowo Bayu yang keruh karena tertutupi lumut hijau tersebut, konon dijaga oleh Nyai Resek dan para prajuritnya. Nyai Resek memiliki paras yang elok dan menawan, hingga siapapun yang melihatnya tak akan kuat menahan pesonanya. Seperti dongeng putri duyung yang gemar mencederai para perompak yang bermaksud buruk kepada laut, Nyai Resek juga demikian.

Manusia yang memiliki niat buruk di Rowo Bayu akan dibawa tenggelam ke dalam telaga sebagai ganti persembahan. Selain itu, siapapun orangnya yang tak sengaja melihat sosok Nyai Resek akan tak sadarkan diri.

“Sosok Nyai Resek yang elok rupanya juga menarik banyak perhatian masyarakat, disamping kabar bahwa siapapun yang melihat sosoknya akan mati tenggelam.

Setelah mencuat kabar tentang Nyai Resek, banyak pemuda desa kala itu yang dengan sengaja mencari sosoknya dan tak jarang yang justru ingin meminta sesuatu kepada Nyai Resek. Hingga salah seorang pemuda bermalam di dekat petilasan Prabu Tawang Alun, untuk meminta petunjuk nomor untuk perjudian. Pemuda tersebut dengan berani mengintip ke dalam petilasan, dan tanpa disangka menurut penuturannya terdapat 3 jazad di dalam petilasan tersebut.

Sesaat setelahnya, muncul sesosok wanita yang menawarkannya bungkusan daun pisang berisi nasi kuning. Diterimanya bungkusan tersebut dengan tergesa-gesa lalu Ia lari terbirit-birit kembali ke desa.

Foto: Penulis Gus Beben

Tepat ketika sampai di gerbang desa, sang pemuda tersebut pingsan sampai esok harinya ditemukan oleh warga desa lainnya.

Warga desa mengernyitkan dahi ketika membangunkan pemuda tersebut, karena Ia berbau seperti mayat dan membawa bungkusan kepala dan kaki kambing yang tak kalah baunya. Setelah siuman, pemuda tersebut bercerita dengan ketakutan dan warga langsung memanggil penjaga petilasan untuk membantu pemuda tersebut bisa kembali hidup normal tanpa dibuntuti oleh siapapun dari makhluk ghoib Rowo Bayu.

Kejanggalan di Rowo Bayu tidak hanya terjadi di sekitar petilasan dan telaganya saja, namun di tiga sendang mata air utamanya mata air kepatren yang dijaga oleh patung Dewi Gangga. Jalur menuju mata air Dewi Gangga ini harus melewati pohon besar berusia ribuan tahun, yang konon siapapun yang beriktikad tidak baik akan dihentikan dengan sesosok raksasa berambut api.

Semua hal mistis yang terjadi di Rowo Bayu, tak berhenti hingga kini. Oleh karena itulah, jika Anda ingin berkunjung dan merasakan aura mistis di Rowo Bayu secara langsung tetaplah berhati-hati. Karena tak ada yang tau, apakah Anda akan keluar sebagai Anda atau lainnya. (Sumber, Gus Beben)

Pos terkait