Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo Datangi DPRD

 

PURWOREJO -Menindak lanjuti rekomendasi yang pernah dijanjikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Purworejo awal bulan tahun ini, Joko Pranoto atau yang biasa dipanggil Menot bersama Dimyati, Mukri dan Mbah Jie berkunjung ke DPRD kabupaten Purworejo, Kamis (02/11).

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan ini Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo ditemui Ketua DPRD Dion Agasi, Yopi, Kelik Ardani dan Frans Sudarmaji di ruang tamu DPRD kabupaten Purworejo. Membahas penolakan renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar, Lambang Garuda diubah patung anak berseragam sekolah dasar (SD).

Dalam hal ini Mukri membacakan petisi dari Penasehat Diaspora Hanafi yang berisi antara lain, “Seni menirukan gerak alam dan kehidupan manusia, tetapi sekarang ini kehidupan lah yang telah menirukan gerak dan dinamika seni, jadi di jika mereka mulai merenggut Garuda Pancasila Lambang Negara dengan tindakan rahasia dari kita, maka kita akan menurunkan apa saja yang ada di kota kita”.

Awalnya pertemuan ini damai, akan tetapi sempat memanas karena adanya saling curiga atau saling tidak percaya antara KMPP dengan Wakil Rakyat.

“Saya pribadi siap mempertaruhkan nyawa mempertahankan kepantasan lambang garuda dan patung-patung pahlawan yang tadinya secara historis monumen berisi patung-patung yang didirikan oleh Pemerintah kabupaten sekitar 40 tahun lalu, sebagai penghargaan bagi pahlawan tentara pelajar. Pembuatannya melibatkan seniman difabel asal Purworejo, Puji Laksano, yang kini domisili di Sidoarjo Jawa Timur,” ucapnya.

Dion Agasi Setiabudi sebagai ketua DPRD kabupaten Purworejo menyampaikan terima kasih atas kedatangan dari berbagai pihak dan jika ada pelanggaran mengenai penggantian Lambang Negara tersebut silahkan dilaporkan ke lambaga Yudikatif dan Ketua DPRD kabupaten Purworejo akan segera mengirimkan rekomendasi kepada Joko Pranoto secepatnya.

Diakhir acara Dimyati sempat menyampaikan mohon maaf jika ada pergerakan masa atau demo saya mohon maaf. (Alx)

Pos terkait