Ketum LSM GMBI Nyatakan Peristiwa di Karawang Murni Pengeroyokan

BANDUNG – Ketua Umum (Ketum) LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Fauzan Rachman, SE menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Karawang, Jabar bukan bentrokan antar Ormas seperti apa yang diberitakan beberapa media saat kejadian, tapi murni pengeroyokan dan terindikasi pembunuhan berencana.

Bacaan Lainnya

“Bentrokan dengan pengeroyokan itu beda. Kalau bentrokan namanya adu tanding. Ini anggota LSM GMBI satu mobil isinya hanya 4 orang tengah melintas dicegat lalu mobilnya dihancuri orangnya dipukuli tanpa ampun dan disitu terlihat ada nya seperti pembiaran dari polisi dan anggota saya Memang salah apa?,” kata Fauzan dalam pers releasenya, Kamis (25/11/2021).

Untuk itu, sambung Fauzan, DPP LSM GMBI meminta Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Karawang segera melakukan penangkapan kepada para pelaku yang ikut terlibat. Serta pelaku intelektual atau dalang di balik peristiwa tersebut.

“Tidak ada kata damai bagi kelompok orang yang sengaja dan tega menghilangkan nyawa orang lain yang tidak bersalah. Bila perlu hukum seberat-beratnya, termasuk bagi pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab atas pengerahan massa gabungan atau aliansi yang tidak terkontrol itu,” tandasnya

Fauzan pun menghimbau kepada seluruh Anggota LSM GMBI agar bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan atau perbuatan melanggar hukum. Serahkan semua persoalan kepada pihak kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Karena tujuan LSM GMBI dibentuk untuk menjaga, memelihara serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan dibentuk untuk berbuat anarkis, terlebih lagi yang bertentangan dengan Pancasila dan UU Dasar 1945,” jelasnya.

LSM GMBI, tambah Fauzan, memiliki kewajiban untuk tetap menjaga norma, etika dan nilai-nilai moral dalam hidup ditengah masyarakat, termasuk ikut serta terlibat dalam mewujudkan tujuan negara. Utamanya adalah menjaga ketertiban dan keutuhan bangsa.

“Sebuah organisasi bisa dibubarkan kalau sudah tak lagi sejalan dengan tujuan negara, apalagi kalau sudah menunjukkan tendensi memecah belah persatuan bangsa. Sekali lagi, tidak ada kata damai, kami minta para pelaku dihukum seberat-beratnya, beserta pelaku intelektual juga pemodalnya,” pungkasnya. (*/Pedro)

Pos terkait