Keresahan Murid SDN Gesikan, Tak Bisa Ikuti Ujian Akhir Semester

 

PURWOREJO – Aksi demo orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo terus berlanjut. Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Purworejo Wasit diono bersikeras menolak membatalkan regroping sekolah dasar negeri gesikan

Bacaan Lainnya

Ada 50 orang siswa dari total 66 siswa SDN Gesikan tidak bisa belajar di sekolah karena semua gurunya sudah dipindahkan ke sekolah lain.Salah seorang wali murid yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, aksi demo itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penutupan sekolahnya, yang dinilai tidak sesuai dengan sosialisasi yang pernah dilakukan oleh dinas pendidikan melalui tim regroping kecamatan maupun kabupaten.
“Tolong pikirkan nasib anak anak kami yang sebentar lagi mau ujian akhir semester.kalau mereka tidak bisa ikut ujian karena sekolahnya di tutup siapa yang akan bertanggung” jawab ujarnya kesal

“Jika sampai sekolah di tutup Ini sama saja dengan guru menelantarkan siswa didik,” kata salah seorang warga desa Gesikan saat media mendatangi sekolah 15/9/2022

Ketua Komite SDN Gesikan Sukirno mengaku, sudah menempuh usaha dengan cara mendatangi kantor Dinas pendidikan bersama wali murid dan warga desa Gesikan,tapi tidak ditanggapi oleh kepala dinas pendidikan
bahkan pernyataan sikap wasit diono selaku kepala dinas terkesan kaku dan keras kepala.ujarnya

Pernyataan tertulis para orang tua murid mengenai alasan penolakan regroping sudah di sampaikan tapi tidak di tanggapi,sehingga orang tua murid yang sudah jengkel meminta bantuan pendampingan kepada LSM TAMPERAK di Purworejo.

Dengan timbulnya kasus regroping yang ada di Purworejo Bupati Purworejo, diminta untuk segera mengganti kepala sekolah Dinas pendidikan Wasit diono dan membatalkan SK regroping SD negeri gesikan demi keberlanjutan proses belajar mengajar anak-anak disekolah.ujar makmun selepas audensi di kantor Dinas pendidikan kabupaten Purworejo.

“Saya sudah menindaklanjuti keresahan orang tua murid, dengan melayangkan surat resmi kepada Bupati, dan DPRD agar segera turun tangan menyelesaikan masalah ini. Karena masalah ini sangat merugikan para siswa,” kata Suryono Kepala desa Gesikan

Guru-guru sudah di tarik pindah seiring dengan diterbitkannya SK Bupati tentang penghapusan sekolah.tambahnya.

“anak anak tiap pagi masuk sekolah dan ingin belajar,tapi kalau tidak ada guru yang datang mau seperti apa masa depan mereka” pungkasnya

Sementara itu, pantauan di lapangan para orang tua murid merasa resah dan kwartir dengan nasib anak anak kelas VI yang akan menghadapi ujian.
warga berharap permasalahan regroping SD negeri gesikan segera mendapatkan titik temu dan segera bisa dibuka kembali sekolah yang ada di desanya. Alx

Pos terkait