Ini Jumlah Kades yang Dilaporkan ke Polres Tegal Terkait Kerjasama DesaDigitalPlus

Dari kiri : Sekdes Lebakwangi Suryati dan Plt Camat Jatinegara, Tabah (tris/newscakra.online)

TEGAL – Seperti diberitakan media ini sebelumnya, ratusan Kepala Desa (Kades)di Kabupaten Tegal dilaporkan ke Polres Tegal. Adapun pelapor diketahui dari PT Dwikarya Selaras Mandiri berkait dengan program kerjasama Implementasi Aplikasi Desa DigitalPlus dan TOD (Toko Online Desa) tahun 2021.

Dalam laporan, sebanyak 114 Pemdes dianggap telah menyalahi kesepakatan kerjasama/kontrak antara kedua belah pihak

Bacaan Lainnya

Dimana dalam kesepakatan yang ditandatangani masing-masing pihak, yakni Pihak Pertama mewakili Pemerintah Desa dan Pihak Kedua atas nama penyedia teknologi informasi/digital, terdapat 4 Pasal yang telah disepakati bersama

Namun Pihak Kedua merasa bahwa Pihak Pertama tidak melaksanakan kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut, meskipun sudah ditempuh penyelesaian melalui musyawarah untuk mufakat

Hingga akhirnya Direktur PT Dwikarya Selaras Mandiri insial AW (54), melaporkan perkara tersebut pada tanggal 17 Januari 2022 ke Polres Tegal, dan perkaranya kini sedang ditangani Unit III Tipikor Polres Tegal.

AW mengatakan, pihaknya selama ini sudah berusaha bersikap sabar dan kooperatif terkait kerjasama dengan Aplikasi DesaDigitalPlus dan TOD. Namun, upaya terakhir harus dia tempuh lantaran Pihak Pertama (Pemdes) dinilai ingkar janji dan melanggar kontrak pembelian software DesaDigitalPlus yang dibeli Pihak Pertama

Dia menyampaikan, ada 114 Desa yang belum membayar aplikasi dimaksud. “Jumlah totalnya ada 123 Desa, yang 8 Desa sudah membayar aplikasi, dan 114 Desa belum membayar,” katanya kepada awak media

Terkait hal itu, sejumlah Pemdes di Kabupaten Tegal yang oleh pihak PT Dwikarya Selaras Mandiri dianggap belum membayar aplikasi DesaDigitalPlus, sebagian justru menyatakan tidak pernah bekerjasama ataupun memesan aplikasi dimaksud.

“Betul, memang pernah ada sosialisasi aplikasi Desa Digital tersebut dan yang di undang Kades dan Sekdes. Kalau ga salah sosialisasi di Kalirambut, tetapi desa kami tidak bekerjasama dengan pihak aplikator apalagi membelinya,” kata Sekdes Lebakwangi, Kecamatan Jatinegara, Suryati saat dihubungi wartawan, Senin (14/3/2022)

Menurut Suryati, salah satu alasan desanya tidak memesan software aplikasi tersebut lantaran tidak adanya SDM dari perangkat desanya yang dianggap mampu menjalankan program itu

Sementara Plt Camat Jatinegara, Tabah, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku bahwa sejatinya tidak mengetahui persis jumlah desa di Kecamatan Jatinegara yang menggunakan aplikasi desa digital dimaksud.

Namun, dari informasi yang didapat Camat Jatinegara sebelumnya, Edi Marsisno, diketahui bahwa semua Pemdes di Kecamatan Jatinegara (17 desa) tidak ada satupun yang menggunakan atau membeli aplikasi desa digital tersebut

Sementara itu, Kepala Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng, Ratinah ketika dikonfirmasi terkait aplikasi tersebut, pihaknya menyatakan tidak pernah bekerjasama dengan aplikator desa digital.

Pos terkait