Hukum Padusan Jelang Ramadhan dalam Islam, Ini Kata MUI

 

Di kalangan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, ada tradisi padusan yang dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut puasa Ramadan. Tradisi ini biasanya dilakukan satu hingga dua hari sebelum 1 Ramadan. Lantas, bagaimana hukum padusan dalam Islam?

Bacaan Lainnya

Padusan berasal dari kata dasar adus, yang artinya mandi. Tradisi ini dilakukan dengan maksud menyucikan diri sebelum menjalani ibadah puasa dan lainnya di bulan suci Ramadan.

Padusan biasanya dilakukan dengan cara mandi besar untuk menghilangkan hadas kecil dan besar. Ritual ini bisa dilakukan di mana pun dengan air suci dan menyucikan. Jadi sebenarnya padusan tidak memerlukan air khusus dari sumber mata air keramat dan sebagainya.

Dikutip dari laman Suaramuhammadiyah.id, Rabu (30/3/2022), budayawan Ahmad Charris Zubair menjelaskan dalam tradisi padusan biasanya orang beramai-ramai mandi di telaga, dalam rangka membersihkan diri. Laman Indonesia.go.id menjelaskan padusan merupakan tradisi warisan leluhur yang dilakukan secara turun-temurun.

Padusan kemudian berkembang dengan berbagai cara, yang paling umum adalah berendam atau mandi di sumber mata air bersama-sama, bercampur antara laki-laki dan perempuan.

Sebagian ada yang menggunakan rempah-rempah alami atau herbal wewangian untuk membersihkan diri secara jasmani maupun rohani. Hal ini dimaksudkan untuk menyucikan diri menyambut bulan Ramadan. (*/trs)

Pos terkait