Gelar Reses, Erwin Sulistiani Siap Realisasikan Masukan dari Konstituen

Anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PDI Perjuangan, Erwin Sulistiani menggelar reses persidangan III di Dapil IV Purworejo (Foto : Alex/NEWSCAKRA)

PURWOREJO – Reses atau penyerapan aspirasi untuk mendengarkan atau menjaring aspirasi dari bawah atau konstituen, dilakukan anggota dewan dari masing masing partai politik.

Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Purworejo Fraksi PDI P Erwin Sulistiani dari Dapil IV. Dalam masa sidang III yang digelar Sabtu (20/112021) bertempat di Cafe Den Bagus Jl P. Diponegoro Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, wakil rakyat yang membidangi bidang pendidikan ini dengan semangat mendengarkan dan menyerap aspirasi dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam masa reses kali ini Erwin Sulistiani yang merupakan anggota DPRD Komisi IV, menggelar reses dengan cara mengumpulkan Kepala Desa dan Perangkat Desa serta kader PDI P yang ada di Desa daerah pemilihanya, meliputi Kecamatan Butuh, Kutoarjo dan Grabag.

Dalam sambutanya Erwin Sulistiani menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua yang hadir. “Tanpa doa dan dukungan kalian semua tentu saya tidak bisa menjadi anggota dewan seperti saat ini. Oleh karena itu saya sebagai wakil rakyat tentu akan mendengar aspirasi rakyat dan akan berbuat yang terbaik untuk rakyat,” katanya.

Lanjutnya, Pada pertemuan kali ini dirinya berharap adanya masukan atau saran dari rakyat yang bersifat membangun untuk bisa disampaikan di saat sidang paripurna nantinya.

“Sebab dengan adanya masukan dari masyarakat saya berharap kedepanya Kabupaten Purworejo dalam membangun berpihak dan bisa mensejahterakan masyarakat Purworejo semuanya,” harapnya.

Lebih lanjut Erwin Sulistiani meminta kepada kader partai untuk bisa terus merapatkan barisan untuk terus membesarkan partai PDI Perjuangan di Purworejo.

Kegiatan Reses juga dihadiri oleh Ketua Fraksi PDI P DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo yang juga sebagai bendahara Partai PDI P Purworejo.

Sementara itu, Kades Kumpul, Mardi dalam reses tersebut memberikan saran masukan, antara lain terkait DD (Dana Desa).

Disampaikan Mardi, DD awal tahun 2013 dengan pendataan dari Dinas Statistik, dengan Kriteria ( luas wilayah, jumlah penduduk, angka kemiskinan). Untuk Desa juga ada 3 kategori Desa Besar, Desa Sedang, Desa Kecil).

“Tahun 2014 DD cair ke Desa, yang menjadikan kecemburuan antara desa yg kategori besar dan sedang kok penerimaan DD malah lebih kecil, sedangkan desa yang kategori malah penerimaan DD-nya lebih besar,” kata Mardi.

Menurutnya, hal itu sudah beberapa kali, namun sampai sekarang belum ditindak lanjuti.

Dirinya berharap terkait dengan DD untuk verifikasi atau dikaji ulang sesuai dengan kriteria & kategori desa. Masalahnya bagi desa kategori kecil penerimaanya DD-nya besar dalam hal pembangunan fisik sdh tercukupi semua terus yg mau dibangun apa?

“Kalo dialokasikan untuk BUMDES semua juga ga mungkin. Jadi kesimpulannya terkait DD harus dikaji ulang ada team monitorong/verifikasi ditiap kecamatan pendataan ulang dalam hal penerimaan DD di tiap desa,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, tahun 2022 untuk Kabupaten Purworejo ada pengurangan DD Rp 17 milyar dan imbasnya di semua desa penerimaan DD pasti mengalami pengurangan.

Usulan kedua, yakni soal Jembatan Tulusrejo yang sudah diusulkan dari tahun 2000 usulan lewat MUSRENBANG Kecamatan. Namun sampai sekarang belum terealisasi. Jembatan tersebut dibangun  dari jaman Belanda.

Yang ketiga, yaitu Jembatan Desa Kumpulrejo yang sejajar dengan jembatan Tulusrejo yang sudah rusak, sempit palangnya sudah tidak ada.

Mardi mengatakan bahwa, jembatan Tulusrejo dan jembatan Kumpulrejo itu menjadi tanggung jawab Dinas PUPR (Bidang PU JALAN dan  PU PENGAIRAN).

“Kalo dibangun oleh desa pakai DD jelas tidak boleh karena bukan ranahnya desa,” bebernya.

Untuk itu dia berharap supaya untuk jembatan Tulusrejo  jembatan Kumpulrejo direnovasi atau perbaikan yang layak jangan cuma ditembal tembel terus.

Sedangkan terkait proposal anggaran yang telah diajukan tidak ada masalah dari tahun 2000 sampai sekarang sudah banyak proposal yang sudah terealisasi di desanya.

“Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih. Semoga saran dan masukan kami dapat direalisasikan,” pungkasnya. (Alx)

Pos terkait