Fix! Bangunan Seluas 227 M2 yang Selama Ini Ditempati Mad Jadid Bakal Dibongkar

Panitera PN Purworejo, Sutanto, S.H, M.H, membacakan putusan PN Purworejo di hadapan keluarga Mad Jadid dan kuasa keluarga (Foto : Alex Saputra/Newscakra)

PURWOREJO – Pengosongan rumah Mad Jadid (55 ) yang berada di Dusun Senepo Saleman Timur RT 02 RW 02, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sempat mendapat penolakan dari pihak keluarga Mad Jadid, yakni Ema Nur Asiyah/ anak Mad Jadid yang juga menjadi Kuasa Insidentil dalam masalah ini. Rabu, (19/01/2022).

Penolakan tersebut bermula saat pihak dari Pengadilan Negeri Purworejo mengatakan bahwa yang akan dibongkar hanya yang ditempati keluarga Mad Jadid. Sedangkan bangunan baru milik Supriyanto yang berupa Kos-kosan tidak dibongkar. Padahal, dalam putusan PN Purworejo menyebutkan, bangunan kos-kosan tersebut, termasuk dalam putusan exsekusi yaitu diatas tanah seluas 227 M².

Bacaan Lainnya

Sutanto, SH., MH Panitera Pengadilan Negeri Purworejo, Sutanto, S.H, M. H saat membacakan putusan PN bahwa eksekusi rumah tersebut sesuai dengan putusan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Purworejo tanggal 12 Juni 2020, nomor 1/Pen.Pdt.Eks/2020/PN Pwr Jo.. 4/Pdt.G/2018/PN Pwr tentang teguran/ aanmaning. Dan dalam keputusan tersebut menyatakan bangunan yang ada di atas tanah seluas 227 m² harus dikosongkan dan dibongkar.

Setelah beradu argumentasi antara Ema Nur Asiyah dengan Panitera PN Purworejo, akhirnya diputuskan pembongkaran bangunan dilakukan seluruhnya yang berada di luas tanah tersebut diatas senilai kurang lebih Rp 500 juta.

Ema juga menyampaikan akan membantu mengeluarkan barang-barang yang ada di rumah tersebut asal pembongkaran sesuai keputusan PN Purworejo.

Ema Nur Asiyah, anak Mad Jadid sekaligus kuasa insidentil

Dari Pemuda Pancasila MPC Purworejo yang di komandani  Jito Onto Kusumo  dan GNPP di nahkodai oleh Gus Khoirul Anam ikut membantu mengeluarkan barang barang dari tempat yang di huni dan semua berjalan dengan lancar dan aman.

Di tempat yang sama, Sumakmun, kuasa keluarga Mad Jadid menyampaikan masyarakat harus tahu secara gamblang bahwa proses eksekusi harus memberikan waktu untuk berdiskusi.

Tak lupa, Sumakmun menyampaikan terima banyak kasih kepada semua pihak dari Pengadilan Negeri Purworejo, Kepolisian, TNi, awak media, dan pihak-pihak yang hadir dan suport dari Pemuda Pancasila, BM Ontokusmo Fighter dan Garda NKRI Pengawal Pancasila. (Alx)

Pos terkait