Ekonomi Terjun Bebas di Langit Pandemi Covid-19

JAKARTA, Pandemi Covid-19 yang melanda Negara Indonesia dari Maret 2020 lalu tak henti – hentinya membuat geger seluruh masyarakat Indonesia bahkan seluruh dunia. Sempat turun dalam waktu singkat, kini Covid-19 kembali hadir dengan varian barunya yaitu Omicron. Hingga Senin, 7 Februari lalu kasus pandemi Covid-19 di Indonesia bertambah 26.121 kasus sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini sebanyak 4.542.601 kasus. (nasional.sindonews.com)

Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia tentunya berpengaruh ke dalam segala aspek pembangunan di Indonesia salah satunya ialah ekonomi. Pemberlakuan PPKM di beberapa bagian wilayah Indonesia menimbulkan dampak yang sangat besar bagi ekonomi di Indonesia. Mulai dari harga passar yang melonjak turun dan pemecatan masal di beberapa instansi pekerjaan. Pemerintah telah berusaha dengan berbagai cara guna menekan angka positif Covid-19 dengan beberapa pengorbanan lainnya dan mengutamakan Kesehatan nasional.

Bacaan Lainnya

“Dunia pada tahun lalu mengalami kontraksi minus 3,2% dari sisi pertumbuhan ekonominya. Akibat Covid-19 yang kemudian disertai pembatasan mobilitas lalu menciptakan kemerosotan ekonomi,” ,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Seminar Nasional ISEI Tahun 2021, yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (31/08).

Menkeu juga mengatakan bahwa perdagangan internasional mengalami kemerosotan karena semua negara melakukan pembatasan atau bahkan lockdown. Pertumbuhan perdagangan dunia yang biasanya mencapai dua digit, tahun lalu mengalami kontraksi hingga minus 8,3 persen. Pemerintah sempat membuat prediksi bahwa pada tahun 2021 akan menjadi rebond dan recovery, sebut Menkeu.

Meskipun demikian, Menkeu mengingatkan bahwa ini bukan merupakan jaminan. Semua negara dengan berbagai upaya stimulus maupun countercyclical policy-nya akan dihadapkan pada ketidakpastian. Selain munculnya varian baru, juga efektivitas dari countercyclical policy-nya juga sangat ditentukan oleh bagaimana perekonomian negara tersebut.

Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan rendahnya sentimen investor terhadap pasar yang pada akhirnya membawa pasar ke arah cenderung negatif. Langkah-langkah strategis terkait fiskal dan moneter sangat dibutuhkan untuk memberikan rangsangan ekonomi. Seiring berkembangnya kasus pandemi Covid-19, pasar lebih berfluktuasi ke arah yang negatif.

Tidak hanya itu saja, lambatnya kegiatan ekspor Indonesia ke China juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Lambatnya ekonomi global saat ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Menkeu menyebut langkah pemulihan semua hal yang bisa dicapai baik dalam penanganan Covid maupun dari sisi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, tentu menjadi bekal yang baik untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan kebijakan ke depan. Ekonomi Indonesia pada semester I sudah masuk di dalam zona tren positif, sudah melewati masa resesi.

Namun Menkeu mengingatkan bahwa ini masih sangat ditentukan oleh kemampuan Indonesia dalam mengendalikan Covid. (sny)

 

Penulis :
BRIGTAR SONY APRIANDI MA’SUM SUKMANA

NO.AKADEMI 18.144

Pos terkait