Disinyalir Terjadi Pelanggaran Pedum BPNT di Desa Tlahab Kidul Purbalingga

 

PURBALINGGA – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Purbalingga disinyalir terjadi Pelanggaran Pedum (Pedoman Umum). Dalam hal ini adanya E-Warong yang bukan warung sembako tiba-tiba bisa menjadi agen BPNT.

Bacaan Lainnya

Rumor di masyarakat yang menyebut adanya warung bukan sembako namun menjadi agen BPNT, diantaranya Agen BPNT Wahyuni di Desa Tlahab Kidul RT 01 RW 06, Kecamatan Karangreja. Bahkan, pemilik agen BPNT disebut-sebut ASN di wilayah setempat.

Namun desas-desus tersebut dibantah oleh Wahyuni saat dihubungi pada Rabu (24/11) di rumahnya. “Iya betul saya memang Agen BPNT, akan tetapi saya bukan ASN. Hanya Kepala PAUD disini,” ungkapnya singkat.

Pantauan NEWSCAKRA sendiri, untuk pengadaan sembako BPNT yang dikelola Wahyuni tersebut berada di seberang rumahnya. Sedangkan di samping rumahnya terdapat sebuah toko kecil yang tidak begitu lengkap isinya.

Sementara itu di wilayah Tlahab Kidul lainnya, yakni di Dusun Kemojing atau masuk Dusun IV, terdapat sebuah agen BPNT yang kabarnya milik salah seorang perangkat desa setempat , Rusmono yang menjabat Kadus IV.

Dari pantauan, barang-barang yang dijual di BPNT dan KPK Bagus Tani di rumah Rusmono tersebut juga nampak sedikit dan tidak lengkap. Sementara untuk pengadaan sembako BPNT ditempatkan di sebelah kiri bangunan rumahnya yang baru selesai dibangun.

Rusmono saat dihubungi melalui WhatsApp membalas bahwa agen BPNT tersebut adalah atas nama istrinya. Meski pada saat pembagian BPNT untuk KPM, dirinya terlihat sibuk melakukan distribusi dan pendataan KPM di wilayahnya.

Seperti diketahui, dalam Pedum telah diatur secara gamblang bahwa program sembako melarang ASN (termasuk TNI dan Polri), kepala desa/lurah, perangkat desa/aparatur kelurahan, anggota BPD, Tenaga Pelaksana Bansos Pangan dan SDM Pelaksana Program Keluarga Harapan, baik perorangan maupun berkelompok membentuk badan usaha, tidak diperbolehkan menjadi E-Warong, mengelola maupun menjadi pemasok E-Warong. (trs)

Pos terkait