Calo Dana Hibah Qatar Masih Gentayangan, Muncul Nama ‘Tim Bintang 9’

Rundown Pra Bintek oleh Tim Bintang 9

BANYUMASCalo Dana Hibah Qatar Masih Gentayangan, Muncul Nama Tim Bintang 9. Dugaan penipuan yang dilakukan Arif Rahman, warga Dukuh Legok, Rejasa, Banjarnegara dan sejumlah tim-nya dengan berdalih sebagai tim operasional pencairan dana hibah Qatar, disinyalir makin bertambah korban-korbannya. Tidak hanya di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan sekitarnya, namun korbannya hingga di wilayah Jawa Timur dan Sumatera.

Nara sumber media ini bahkan memberikan informasi jika korban proposal dana hibah Qatar yang dilakukan Arif Rahman dan tim mencapai lebih dari ratusan lembaga. “Satu kabupaten bisa mencapai 100 pengaju proposal dan membayar semuanya, bahkan di Purbalingga mencapai 250-an lembaga,” sebut sumber tersebut

Bacaan Lainnya

Sementara itu informasi terbaru yang didapat, muncul nama Sujatmiko, SE. Dimana sebelumnya Arif Rahman bersikeras tidak mengenal dengan nama tersebut, namun sejatinya Sujatmiko menjadi pengisi di acara Rundown Pra Bintek Bintang 9 Region Banjarnegara pada tanggal 23 Agustus 2021 lalu di Rejasa Room Hotel Surya Yudha.

Dari daftar schedule yang diterima media ini, Sujatmiko mengisi penjelasan program dana hibah Qatar selama 40 menit di shif 1 sampai shif 3.

Selain itu, nama Tim Bintang 9 juga berbarengan mencuat sebagai panitia acara Pra Bintek “abal-abal” dan “akal-akalan” untuk mengelabui ratusan hingga ribuan pemohon proposal dana hibah dari Qatar.

Sumber newscakra di Korem 071 bahkan mendata setidaknya ada ratusan lembaga yang sudah menitipkan proposal kepada Arif Rahman dengan “membayar administrasi”. Namun sayangnya meski sudah lebih dari tiga tahun pengajuan Proposal tersebut belum juga cair, namun para korban masih enggan melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas ketika dikonfirmasi terkait banyaknya pengajuan Proposal Dana Hibah dari Qatar, menyatakan pihaknya tidak pernah diberi surat pemberitahuan apapun, baik dari Kemenag Pusat maupun Kanwil terkait dana bantuan hibah dari Qatar tersebut.

“Kami tidak pernah dapat surat resmi terkait hal itu (hibah dari Qatar, red), baik dari pusat maupun Kanwil,” tandas Kepala Kemenag Banyumas, Akhsin Aedi melalui Kasi Pendidikan dan Pontren, Naufal Iskandar, S.H.I baru-baru ini.

Naufal menyampaikan ada baiknya calon pengaju proposal menanyakan ke Kemenag guna menghindari penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Blokir Nomor Kontak

Usai diberitakan di sejumlah media, Arif Rahman kini memblokir nomor wartawan media ini. Meski demikian, ia masih eksis dengan membuat grup Whatsapp yang beranggotakan kordinator dan para pemohon proposal dana hibah dari Qatar di wilayah Jateng dan luar Jateng.

Berdasarkan sumber newscakra yang ikut di dalam grup Arif Rahman tersebut, mereka menegaskan bahwa pembereritaan yang ditayangkan media online terkait dugaan penipuan adalah tidak benar dan Hoax.

Namun ketika wartawan melakukan konfirmasi kepada salah satu kordinator proposal hibah Qatar dari Banyumas, Sri Yuliana, orang ini dengan tergagap membantah jika dirinya tidak pernah menyebutkan pemberitaan yang ditulis newscakra.online terkait dana hibah adalah Hoax.

Sri Yuliana

“Saya tidak pernah menulis atau statemen seperti itu di grup kok mas? Saya ini juga pemohon proposal, bukan kordinator proposal di Banyumas,” kata Sri Yuliana yang menjabat Kepala TK Aisyah Kejawar Banyumas saat dihubungi newscakra

Disinggung pencarian dana hibah dari Qatar yang dijalankan Arif Rahman dan tim calo brokernya, Sri Yuliana mengakui sudah memberikan sejumlah uang untuk biaya administrasi dan Pra Bintek. “Cair atau tidak, ya namanya usaha, jadi kalau kena tipu ya kami ikhlas saja,” pungkasnya

Namun ironisnya, sore harinya Sri Yuliana ini sudah memblokir nomor wartawan newscakra sampai sekarang ini. Hal ini diketahui saat akan menghubunginya untuk meminta informasi tambahan, tetapi nomor wartawan ternyata sudah di blokir

Pos terkait