Broker Proposal Qatar Foundation Cari Mangsa Gentayangan di Banyumas Raya

AR, broker proposal dana hibah Qatar Foundation (Foto : Alex/NEWSCAKRA)

BANJARNEGARA – Praktek penipuan mengatasnamakan Lembaga Qatar Foundation ditengarai terjadi di sejumlah lembaga pendidikan dan panitia pembangunan tempat ibadah di wilayah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan sekitarnya.

Modusnya, oknum perantara atau calo proposal meyakinkan calon korbannya adanya bantuan dana hibah dari Lembaga Qatar Foundation dan Japan Foundation. Sehingga para calon korban selain diminta membuat proposal pengajuan dana hibah, juga dimintai sejumlah uang oleh broker tersebut.

Bacaan Lainnya

Seiring berjalannya waktu, banyak calon penerima dana hibah yang mengeluhkan perihal proposal pengajuan dana yang ditujukan kepada Qatar Foundation melalui broker, namun tidak ada kejelasan waktu pencairannya. Padahal, proposal ada yang sudah dibuat sejak tahun 2017

“Jadi kami dimintai uang transportasi dan biaya pra bintek karena kata petugas lapangan dana akan segera cair. Tetapi setelah uang tersebut sudah diserahkan, ampleng (sepi, red) tidak ada kabarnya lagi, sampai kami malu sendiri terus-terusan nanya,” beber salah seorang kepala TK di Banyumas yang mengaku malu disebut namanya.

Lanjutnya, setiap pihaknya menanyakan kapan dana cair, dijawab petugas lapangan sedang proses dan suruh menunggu saja, tanpa kejelasan yang pasti. Dan hal itupun menurutnya diduga dialami calon penerima dana hibah lainnya.

Lebih lanjut diceritakan bahwa awalnya mereka didatangi oknum yang menawarkan adanya dana hibah dari Qatar. Selanjutnya oknum broker tersebut meminta pihak panitia pembangunan masjid dan kepala lembaga pendidikan untuk membuat proposal pengajuan dana yang ditujukan kepada Qatar Foundation di Jakarta.

Setelah proposal selesai dibuat dan ditandatangani, broker meminta uang transportasi. Kemudian mendekati pencarian, broker meminta biaya kembali dengan alasan untuk pra bintek.

Namun setelah memberikan uang transportasi dan biaya pra bintek, informasi terkait kejelasan pencarian semakin tidak jelas. “Ini sudah lama kami mengajukan, sebenarnya malu juga. Bukan soal uang yang dikeluarkan, tapi takutnya ini cuma kedok untuk mencari keuntungan oknum mengatasnamakan pemberi dana hibah kan kasihan calon korban lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Arief Rahman, yang disebut-sebut sebagai broker proposal Qatar Foundation dan telah menarik sejumlah uang dari pembuat proposal saat dihubungi dirumahnya di Legok, Kelurahan Rejasa, Kabupaten Banjarnegara, mengaku jika dirinya hanya sebagai petugas lapangan saja.

“Saya punya atasan lagi, namanya Sujatmiko orang Magelang, tapi sampai saat ini saya belum pernah bertemu dengannya,” akunya

Disinggung penarikan sejumlah uang dari calon penerima dana hibah, Arief tidak membantah hal itu. “Saya memang dikasih transport oleh mereka (pembuat proposal). Kalau terkait biaya pra bintek memang ada biayanya, dengan rincian untuk lembaga pendidikan Rp 650 ribu dan panitia pembangunan tempat ibadah sebesar Rp 450 ribu,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/11).

Untuk pra bintek, lanjutnya, sudah dilaksanakan Agustus kemarin di Banjarnegara selama kurang lebih 3 jam dengan peserta mencapai ratusan. Bahkan, katanya peserta pra bintek ada yang dari Lampung.

“Belum cairnya dana hibah ini dikarenakan masih Pandemi Covid-19. Untuk lebih jelasnya panjenengan bisa menemui kakak saya yang lebih paham dan detail soal dana hibah tersebut,” ujarnya sembari mengatakan kakaknya itu adalah salah satu anggota DPRD setempat, jadi tidak ada unsur penipuan

Sementara itu, Lembaga Qatar Charity Indonesia atau Qatar Foundation Indonesia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan lembaga tersebut.

Berkaitan dengan maraknya kasus penipuan terkait bantuan keuangan atau hibah yang mengatasnamakan Qatar Charity Indonesia, pihak Qatar Charity Indonesia menjelaskan beberapa informasi berikut.

Dalam akun Instagram resmi Qatar Charity Indonesia @qcharity_ind, pihak Qatar Charity Indonesia mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses pengumpulan proposal atau penyeleksian proposal.

“Qatar Charity Indonesia saat ini TIDAK MEMILIKI bantuan berbentuk bantuan langsung tunai/berupa hibah uang tunai dan tidak pernah menggunakan perantara dalam pengumpulan atau pembuatan proposal. Setiap proposal dapat disampaikan langsung ke kantor Qatar Charity Indonesia baik datang langsung maupun lewat pos/jasa kurir lainnya,” tulis akun tersebut.

Qatar Charity Indonesia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Qatar Charity Indonesia.

“Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat dan seluruh instansi Yayasan/Sekolah/DKM untuk waspada terhadap penipuan yang dilakukan pihak tertentu yang telah menggunakan nama Qatar Charity Indonesia/Yayasan QC Indonesia untuk meminta biaya dari pencari bantuan, dan Qatar Charity Indonesia akan bertindak tegas melawan penipuan untuk melindungi haknya, di hadapan pengadilan Republik Indonesia,” tegasnya.

Qatar Charity Indonesia meminta kepada masyarakat untuk menginformasikan kepada pihaknya jika menemukan kasus penipuan.

“Apabila menemukan kasus penipuan yang mengatasnamakan kami, silakan menghubungi satu-satunya korespondensi resmi Qatar Charity Indonesia di Duren Tiga,” tutupnya.

Qatar Charity Indonesia beralamat di Gedung Grand Duren Tiga, Lt. 3. Jl. Duren Tiga Raya No. 9, RT 002 RW 006. Kel. Duren Tiga, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12760. Telepon : +6221 – 2279 1862. (ALX/BY)

Pos terkait