Dikira Sedang ke Tempat Kerja Ayahnya, Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai

Tim medis saat memeriksa tubuh korban tenggelam (Budi Joyo/NEWSCAKRA)

BANYUWANGI – Nahas menimpa Muhammad Irsyadu Tamam (3), balita warga Dusun Kepundungan RT 01 RW 10, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jatim yang ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di sungai desa setenpat pada hari Rabu (2/3/2022)

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, awaknya korban masih berada di rumah dan sedang bermain dengan ibunya. Kemudian  sekitar pukul 6.00 Wib di rumah korban ada tamu yang datang, sehingga ibunya menemui  tamu tersebut.

Bacaan Lainnya

Setelah tamu meninggalkan rumah kemudian ibu korban (mawar) samaran mencari korban, sampai akhirnya teringat perkataan si anak yang akan mandi, namun di dalam rumah korban tidak ada.

Kemudian ibu korban menyuruh kakak korban yang bernama Ahmad Muthi Nur Sa’id untuk ikut mencari adiknya. “Le adekmu golekono paling dolan ndek bapakmu (nak cari adikmu, paling di tempat kerja ayahmu),” pinta ibu korban.

Ahmad pun mencari di tempat kerja ayahnya yang tidak jauh dari rumah korban, namun korban tidak ada di tempat yang dituju. Ayah korban yang mendengar informasi tersebut, segera mencari korban di sekitar rumah dan disekitar sungai yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.

Lalu sekira pukul 16.30 Wib ayah korban di hubungi oleh saudara Slamet, bahwa di Dusun Sukomukti, Desa Kebaman, Kecamatan, Srono, ada informasi anak yang tenggelam.

Sementara itu setelah mendapat informasi adanya anak tenggelam, Kapolsek Srono AKP Achmad Junaedi, SH bersama Kanit Reskrim, IPDA Ocky Heru P S.Psi, M.H, dan sejumlah anggota mendatangi TKP.

Di lokasi kejadian, Bhabinkamtibmas mengkroscek dan meminta keterangan dua orang saksi, yakni Misitun (60) warga Dusun. Sukomukti, Desa. Kebaman Kecamatan Srono dan Slamet (40) warga Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono

Pihak keluarga korban akhirnya memastikan jasad korban setelah mendatangi Rumah Sakit Rahayu Medical. Selanjutnya jenasah korban dibawa ke rumah duka guna dikebumikan dan menerima peristiwa itu sebagai musibah.

Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan . Sedangkan  dari pemeriksaan tim medis tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (Budi)

Pos terkait