Cabuli Anak Tirinya, Pria di Banjarnegara Ditangkap Polisi

Tersangka SK

BANJARNEGARA – Sungguh bejat perbuatan yang dilakukan oleh SK (47) warga Banjarnegara yang tega menggagahi anak tirinya yang berusia 13 tahun sejak 2020.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto melalui Kasat Reskrim AKP Donna Briadi mengatakan, perbuatan cabul sang ayah bejat terhadap anak tirinya ini sudah dilakukan selama satu tahun atau sejak Juni 2020 hingga Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Pertama kali dilakukan saat korban sedang tiduran sambil nonton TV. Saat itu ayah tiri korban tiba-tiba datang dari belakang dan langsung memeluk tubuh korban dari belakang. Lalu perbuatan tak senonoh pun dilakukan.

“Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku mengatakan ‘aja ngomong karo mamakee!! (Jangan bilang sama ibu),” katanya.

Korban sendiri tidak berani berkata apa-apa. Korban hanya berusaha menyingkirkan tubuh pelaku, tetapi upaya itu sia-sia karena tubuh dan tenaga pelaku lebih kuat. Belum lagi rasa takut yang dialami korban membuat dia hanya bisa diam

Korban juga tidak berani berani menceritakan pada siapapun. Dia hanya pasrah dan baru bercerita pada saudara yang masih sebaya dengannya.

Diungkapkan Kasat Reskrim, tersangka melakukan pencabulan kepada korban sebanyak empat kali di depan TV dan kamar

Aksi bejat sang ayah terungkap setelah pada akhirnya korban menceritakan perbuatan keji tersangka kepadanya. Dikatakannya, ibu korban sendiri baru meninggal dunia pada bulan Agustus 2021. Setelah kejadian tersebut korban baru berani cerita kepada saudaranya, lalu pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 keluarga koban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Tersangka diamankan setelah Unit IV PPA Polres Banjarnegara melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengamankan tersangka dan barang bukti ke Polres Banjarnegara untuk proses Penyidikan lebih lanjut,” jelasnya

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (2) Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU No 17 Tahun 2017 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling banyak 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (trs)

Pos terkait