Bendung Siasem Rusak Parah, Petani Terancam Gagal Panen

Para petani melakukan perbaikan Bendung Siasem ala kadarnya (Foto : Alex S/NEWSCAKRA)

PURWOREJO – Bendung Siasem merupakan bendung pembagi air irigasi untuk kebutuhan para petani di wilayah Desa Pogung Kalangan dan Desa Krandegan Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Kondisi Bendung tersebut kini rusak parah sehingga area sawah yang ada di kedua desa terancam gagal panen.

Bendung siasem di Ploro sebagai pusat pembagi air dari sisa atau buangan di Kedung Putri saat ini tidak bisa digunakan secara maksimal karena bangunan bendung yang di rehab pada tahun 1988 sampai saat ini belum pernah ada perhatian dari dinas terkait.

Bacaan Lainnya

Berbagai upaya permohonan perbaikan sudah di lakukan Pemdes Pogung Kalangan melalui dinas terkait akan tetapi belum ada tanggapan, bahkan Pemdes sudah pernah bersurat ke Balai besar BWWSO juga tidak ada tanggapan.

Sabtu (15/12022) Pemdes bersama dengan masyarakat melakukan upaya penambalan bagian bagian yang bocor dengan tanah yang dimasukan ke dalam kantong (bagor) serta patok kayu sebagai penyangga agar tidak longsor lagi.

Mbah Amin, salah satu petani Desa Pogung Kalangan mengatakan bahwa para petani di Desa Pogung, Krandegan sampai Secang kesulitan mendapatkan air karena jalur atau saluranya sudah rusak parah bahkan tanah warga yang ada di sisi saluran tergerus dan hilang.

“Kalau ini tidak segera ditangani saya khawatir sawah sawah di daerah Pogung dan sekitarnya akan gagal panen,” ungkapnya

Kepala Desa Pogung Kalangan, Sukarmi mengatakan bahwa masalah rusaknya Bendung Siasem sudah sering diusulkan pembangunanya melalui musrenbang tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten, tetapi selalu terabaikan.

“Bendung Siasem adalah kewenangan Dinas Pengairan Kabupaten bukan kewenangan Desa sehingga Pemdes tidak bisa mengganggarkan dana guna perawata atau pembangunanya,” jelasnya

Ditambahkan Sukarni, dari dinas pengairan melalui petugas kemantren juga sudah paham betul kondisi saluran sungai apur.tetapi juga belum ada perhatian.

“Petani sudah merasa capek mengusulkan perbaikan bendungan dan hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini,” tuturnya. (Alx)

Pos terkait