Baru Keluar dari Penjara, Kurir Sabu Ditangkap Lagi

Tersangka HW diapit petugas Sat Resnarkoba Polres Sleman (Subardi/NEWSCAKRA)

SLEMAN – Diketahui ulahnya menjadi kurir sabu, seorang pria paruh baya warga Salatiga Jawa Tengah ditangkap aparat Sat Res narkoba Polres Sleman. Bahkan, dari pemeriksaan sementara, ternyata tersangka berinisial HW (44) itu baru 2 bulan keluar dari penjara Semarang karena menjadi pengguna sabu.

“Saat ini tersangka HW pria yang badanya penuh tato tersebut sudah dilakukan penahanan di Satnarkoba Polres Sleman untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Irwan SIK, Rabu (2/3/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut AKP Irwan, penangkapan tersangka HW ini bermula saat petugas mendapat informasi peraderan sabu di wilayah Yogyakarta. Dari informasi itu, petugas lantas melakukan penyelidikan di lapangan untuk memastikan informasi itu.

Setelah cukup bukti-bukti, petugas lalu melakukan penangkapan terhadap tersangka di Jl. Magelang Semarang. Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti 46,95 gram sabu.
“Pelaku kami tangkap, saat dia akan mengedarkan sabu kepada seseorang yang saat ini masih dalam pencarian,” kata AKP Irwan.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti digelandang ke Polres Sleman guna dilakukan pemeriksaan. Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang, kemudian sabu dipecah menjadi beberapa paket kecil.

Rencananya, sabu yang dibungkus dalam paket paket kecil tersebut akan diedarkan di wilayah DIY dan Jawa tengah. Namun belum sempat mendapat hasil dari menjadi kurir sabu, tersangka keburu tertangkap polisi.

“Tersangka ini baru 2 bulan keluar dari penjara karena kasus narkoba, yakni sebagai pengguna dan pengedar narkoba. Pengakuanya baru pertama kali menjadi kurir. Tetapi pengakuan tersebut masih kami dalami,” jelasnya.

AKP Irwan menambahkan, dalam menjalani bisnis haram ini, tersangka mendapatkan upah kisaran Rp50.000 setiap gram sabu yang diantar. Motif tersangka mengedarkan sabu karena terdesak kebutuhan ekonomi.
Atas perbuatanya, tersangka bakal dijelart pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 undang-undang No 35 tahun 2009 tetntang narkotika, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Brd)

Pos terkait