Dua Pria di Wonosobo Dibekuk saat Transaksi Paket Tembakau Gorila

WONOSOBO – Satresnarkoba Polres Wonosobo berhasil mengamankan dua orang pria yang membeli tembakau Gorila secara online. Kedua pelaku mengaku membeli tembakau sintetis yang memicu kecanduan serupa ganja itu secara patungan.

Kasatresnarkoba Wonosobo, AKP Tri Hadi Utoyo pada konferensi pers mengungkapkan, kedua tersangka adalah EN (37) warga Jambusari, Kertek Wonosobo dan GPW (25) warga Pangkatrejo, Sugio, Kabupaten Lamongan, Jatim. Penangkapan dilakukan pada Senin (29/11/2021) sekitar pukul 10.45 WIB.

Bacaan Lainnya

“Pengungkapan kasus berkat informasi warga jika akan ada seseorang yang mengambil paket yang dicurigai tembakau gorila di Jalan Kampung Jambusari, Kertek. Kami langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pengintaian. Ternyata benar ada seseorang yang menerima peka yang dicurigai tembakau gorila,” jelasnya.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap paket tersebut, memang benar paket tersebut berisi tembakau gorila. Kemudian polisi mengamankan  satu tersangka berinisial EN ini. Dari tersangka EN, 1 paket pembuatan tembakau tersebut secara online di Instagram dengan akun silverstuffs secara patungan dengan saudara GPW untuk Rp 456.500 ditambah ongkos kirim.

“Kemudian kami langsung melakukan penangkapan terhadap 1 tersangka berinisial GPW di rumah kontrakannya di Jambusari, Kertek. Setelah kedua tersangka dipertemukan kedua tersangka mengakui bahwa 1 paket sintetis tersebut adalah milik mereka,” bebernya.

Lebih lanjut, kedua tersangka dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengirimkan barang bukti seperti 1 paket tembakau gorilla seberat 6,30 gram, 1 buah plastik warna biru, 1 buah plastik paket JNE, 1 tas cangkong warna hitam, 1 buah HP Redmi abu beserta simcard, 1 buah ATM milik tersangka GPW, 1 buah HP Redmi 8 warna abu beserta simcard.

Kedua pelaku diduga telah melanggar Pasal Primer Pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat 1 huruf a undang- nomorundang 35 tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Permenkes Nomor 4 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak  8 miliar.

Pos terkait