5 Pelajar Brutal di Sleman Dibekuk Polsek Mlati

Konferensi pers penangkapan lima pelajar di Polsek Mlati (Foto : Subardi untuk newscakra.online)

SLEMAN  – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Mlati wilayah Hukum Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap dan mengamankan 5 pelajar di bawah umur, karena melakukan aksi kejahatan jalanan hingga korbanya menderita luka-luka.

Dan yang memprihatinkan, pemicunya terbilang sepele, yakni adanya kontak mata antara pelaku dengan korban saat motor mereka hampir bertabrakan.

Bacaan Lainnya

Menurut Kanit Reskrim Polsek Mlati Sleman AKP Noor Dwi Cahyanto, kelima pelaku tersebut adalah FS, TW, AVM, FRB, dan RA, yang semuanya warga Kasihan kabupaten bantul dan semuanya masih dibawah usia 17 tahun.

“Kelima pelaku tindak kejahatan jalanan ini, semua berbeda sekolah. Ada yang masih SMP kelas 3 dan ada yang SMA kelas 1,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolsek Mlati, Rabu (26/1/2022).

Dijelaskan Dwi, peristiwa penganiayaan tersebut, bermula saat rombongan pelaku berpapasan dengan dua orang korban di Jalan Jambon, sekitar Sindu Kusuma Edupark. Kedua korban saat itu berboncengan sepeda motor dari arah barat ke timur.

“Pada saat kontak mata kelompok pelaku anak tersebut ada yang merasa dipelototi oleh korban sehingga niat mereka muncul dari jalan Jambon, (korban) diikuti sampai masuk ke ruas Jalan Magelang yang tepatnya di Utara batas kota sekitar depan Gereja Aletheia atau Grand Serela di situlah korban dilempar helm,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, lanjut Dwi, kedua korban yang berusaha lari meninggalkan para pelaku, terus dikejar hingga sampai di perempatan Selokan Mataram, Kutu, Sinduadi, Mlati, Sleman.

“Di sana korban dipaksa berhenti dan dipukuli, disabet menggunakan ikat pinggang dan dipukul oleh salah satu pelaku yang memegang tongkat yang terbuat dari aluminium warna hijau,” lanjutnya.

Tak hanya sampai disitu, kedua korban juga dipukul, ditendang dan diinjak-injak. Akibat peristiwa itu, kata Dwi, korban mengalami luka di tangan sebelah kiri berupa goresan dari tongkat aluminium, engkel, dan luka di beberapa bagian tubuh.

Dalam peristiwa ini, Polisi mengamankan 3 unit sepeda motor milik pelaku, 1 tongkat aluminium warna hijau, dan 2 ikat pinggang warna hitam yang digunakan untuk menganiaya korban. Pelaku akan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman 7 tahun atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (Bardi)

Pos terkait